Aktivis HAM Asal Indonesia Diusir di Malaysia

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





20160108-aktivis-indonesia-mugiyanto_20160108_012138
Aktivis HAM, Mugiyanto Sipin (BBC Indonesia)

Jakarta, JelasBerita.com| Mugiyanto Sipin, aktivis HAM asal Indonesia yang dijadwalkan hadir dalam sebuah diskusi di Malaysia, dicekal dan diancam akan ditahan setibanya di Bandara Kuala Lumpur siang kemarin, Kamis (7/1). Mugiyanto diancam akan ditahan jika berkeras untuk masuk ke Malaysia.

Mugiyanto menjelaskan, setelah mendarat di Bandara Kuala Lumpur, paspornya diperiksa dengan teliti di imigrasi. Setelah itu, dia dibawa ke sebuah ruangan khusus. “Di ruangan itu ada tiga orang yang menunggu, yang memperkenalkan diri dari kepolisian. Dan salah satunya mengaku dari satuan antiteror,” ujarnya kepada Ging Ginanjar dari BBC Indonesia.




Dia lalu menjelaskan, dirinya tak boleh masuk ke Malaysia karena akan datang ke suatu acara politik. Sebagai orang asing, Mugiyanto tak boleh melakukan itu karena merupakan intervensi terhadap urusan dalam negeri Malaysia.

Mugiyanto mengaku bingung, karena sebelumnya ia sudah sering ke Malaysia untuk berbagai acara, namun tidak menemui masalah.

“Mereka bilang, kalau tetap masuk Malaysia, keluar dari bandara, saya akan ditangkap. Sebetulnya saya akan tetap ngotot masuk. Tak apa kalau ditangkap. Tapi mereka menahan paspor saya.” Paparnya lagi.

Mugiyanto juga menjelaskan dirinya sudah menghubungi pihak panitia acara guna mengabarkan masalahnya, tapi kemudian diharuskan memutuskan sambungan telepon oleh polisi-polisi yang bersangkutan. Dia juga mengatakan akan menghubungi konsulat Indonesia, tapi oleh polisi-polisi tersebut, ia digiring oleh 10 orang hingga masuk ke pesawat Garuda untuk kembali ke Jakarta.




Maria Chin Abdullah, selaku Ketua Bersih 2.0 sebagai pihak panitia penyelenggara, mengaku tak habis pikir dengan deportasi yang dilakukan aparat Malaysia. Dia mengatakan ini adalah sebuah skandal. Pelanggaran terang-terangan terhadap kebebesan berekspresi.

“Kami mengutuk keras pemerintah Malaysia atas tindakan ini, dan menuntut mereka memberikan penjelasan terbuka, mengapa mereka mendeportasi Mugiyanto,” lanjutnya kepada BBC Indonesia.
Mugiyanti sendiri adalah aktivis yang pernah menjadi korban penculikan Tim Mawar yang melibatkan Prabowo. Ia dijadwalkan untuk menjadi pembicara dalam diskusi bertopik “Gerakan Rakyat Menuju Perubahan” pada acara yang diselenggarakan dari tanggal 6-10 Januari mendatang. Selain diskusi, acara tersebut juga akan diisi oleh pameran foto, stand up comedy dan kegiatan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.