Seorang Anggota DPRD Partai Demokrat, Ditangkap Usai mengkonsumsi Sabu

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





ilustrasi
ilustrasi

Pasaman, Jelasberita.com| Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pasaman berinisial SY beserta rekanny EO, dan JR terpaksa ditahan jajaran Kepolisian Resor (Polres) Pasaman, Sumatera Barat, lantaran diduga mengkonsumsi narkotika jenis sabu pada Selasa (5/1), di Nagarai Pauh, Lubuk Sikaping.

 




Dilansir dari Kriminalitas.com, Kapolres Pasaman, AKBP Agoeng S Widayat mengungkapkan bahwa penangkapan yang dilakukan terhadap salah seorang anggota DPRD dari fraksi Demokrat tersebut lantaran mendapatkan informasi dari masyarakat, mengenai adanya salah seorang anggota dewan yang mengkonsumsi Narkotika jenis sabu. Setelah mendapat informasi dari masyarakat tersebut pihak kepolisian langsung menindak lanjuti hal ini dengan melakukan penggerebekan. Dan di lokasi kejadian polisi berhasil menangkap seorang anggota DPRD dan dua rekannya berserta barang bukti.

 

Penggerebekan tersebut berlangsung di rumah orang tua anggota Dewan berinisial SY tersebut. Selain menahan SY dan dua rekannya, EO dan JR, polisi juga mengamankan barang bukti berupa alat isap sabut, tisu, pembersih telinga, serta korek api. “kita berhasil mengamankan tiga pelaku beserta barang bukti yang diduga dijadikan alat untuk mengkonsumsi sabu.” Ucap Agoeng.

 




lebih lanjut Agoeng mengatakan bahwa setelah melakukan penggerebekan tersebut, pihak kepolisian tidak menemukan adanya barang bukti berupa sabu-sabu. Namun berdasarkan hasil tes urine beserta data dari penyidik, ketiga tersangka tersebut positif mengkonsumsi narkoba jenis sabu tersebut. “iya betul, di TKP kita tidak menemukan adanya barang bukti berupa sabu, namun dari hasil tes urine dari lab penyidik, ketiga tersangka positif menggunakan sabu.” Imbuhnya.

 

Petugas Kepolisian Pasaman menggerebek dan menangkap ketiga tersangka, setelah selesai menghisap narkotika jenis sabu tersebut.

 

“Saat penggerebekan berlangsung ketiga pelaku tengah duduk-duduk santai didalam kamar seusai menghisap sabu tersrbut. Karena itu barang bukti berjenis sabu tidak kita temukan, diduga sudah habis mereka konsumsi ataupun sudah dibuang sebelumnya” Ucapnya.

 

Terkait kasus ini AKBP Agoeng mengatakan bahwa ketiga tersangka dikenai pasal 112 dan 127 Undang-Undang Nomor 08, terkait dengan penyalahgunaan Narkoba atau Zat adikitif. Dengan hukuman kurungan penjara maksimal 12 tahun.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.