Keren, Pemerintah Kota Ini Olah Sampah Menjadi Energi Listrik dan Gas Untuk Kompor

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





foto: pipa pengolahan TPA yang dijadikan energi listrik (Tribunnews)
foto: pipa pengolahan TPA yang dijadikan energi listrik (Tribunnews)

Baubau, Jelasberita.com| Pemerintah Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, berhasil mengolah sampah yang berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wakonti, Menjadi sebuah lahan yang mampu menghasilkan listrik sebesar 5.000 Watt.

 




Menurut Kepala Dinas Kebersihan Kota Baubau, Sumarto Lanae, pada Selasa (5/1), diakuinya bahwa proyek penggunaan listrik dari sampah di TPA tersebut masih dalam tahap uji coba namun, kantor di Tempat Pembuangan Akhir sudah menggunakan energi listrik tersebut.

 

“benar, kami sudah menggunakan listrik yang dihasilkan tersebut untuk kantor TPA, dan sudah ada sekitar 5.000 watt yang dihasilkan.” Pungkasnya.

 




Sumarto juga mengungkapkan bahwa nantinya kapasitas energi listrik yang dihasilkan dari sampah tersebut akan semakin bertambah, dan dirinya berharap bahwa listrik yang dihasilkan dapat dinikmati seluruh masyarakat yang tinggal di sekitar TPA tersebut. Seperti dikutip dari Tribunnews.

 

“rencananya, target untuk kedepannya berkisar 7.000 watt, dan juga kami berencana untuk membuat perumahan di sekitar TPA tersebut, yang diuntukkan bagi para pemulung, agar mereka dapat menikmati listrik. Ungkapnya.

 

Sebenarnya, proyek uji coba pengolahan sampah menjadi energi listrik di kota Baubau sudah dilakukan sejak tahun 2014, pemerintah merencanakan selain untuk sumber listrik, pengolahan sampat tersebut dapat dijadikan bahan bakar untuk kompor.

 

Pengawas TPA Wakonti, Hasim Wally mengatakan bahwa gas metan yang dihasilkan dari sampah tersebut juga dapat diproses menjadi bahan bakar gas dirumah. Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa sudah ada empat rumah yang menggunakan gas metanan sebagai bahan bakar kompor.

 

“sama saja, nyala dari gas metana ini sama seperti gas tabung biasa.” Ujar Hasim.

 

TPA Wakonti sendiri terlihat berbeda dari TPA kebanyakan, karena terlihat bersih dan tidak memiliki bau yang menyengat. Hal ini dikarenakan sistem pengolahan limbah sampah, dimana sampah tersebut dimasukkan kedalam lubang yang berukuran sekitar 40 x 50 meter, dan memiliki kedalaman sekitar 4 meter.

 

Dan untuk dibeberapa titik, telah dibuat tabung pipa yang berguna untuk menyalurkan gas metana dari hasil pengolahan sampah tersebut.

 

“kalau ada sampah masuh, itu kita harus dorong ketengah dan ditutupi dengan tanah. Sehingga tidak tercium bau yang tidak sedap dari wilayah TPA tersebut. Tegasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.