Dua Remaja Putri Menangis, Niat Cari Kerja Malah Ditipu

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





penipu
foto ilustrasi : www.beritametro.co.id

Dua remaja putri lulusan Sekolah Menengah Atas, Kartika Petrisia (20) dan Sa’diyah Utami (21) menjadi korban penipuan ketika hendak mencari kerja di Jalan Nakula tepatnya di dekat Kampus Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Kota Semarang, Jawa Tengah. Akibatnya, kedua remaja ini kehilangan perhiasan gelang dan kalung yang dibawa kabur oleh si penipu.

Keduanya pun tak kuasa menahan tangis ketika melakukan pelaporan atas musibah yang mereka derita pada polisi di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolrestabes Semarang yang terletak di Jalan Dr Soetomo, Kota Semarang, Jawa Tengah. Hal ini dikarenakan orang tua keduanya tidak percaya jika mereka menjadi korban penipuan oleh laki-laki yang menjanjikan pada keduanya sebuah pekerjaan.




“Orangtua saya pasti tidak percaya kalau saya ditipu”, ucap salah seorang dari korban tersebut sambil sesenggukan, Senin (4/1).

Peristiwa itu terjadi saat keduanya sedang berboncengan motor mencari pekerjaan di Kawasan Industri Tugu, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Tetapi, ketika telah sampai di sekitar kompleks industri, kedua gadis yang beraut bingung itu dihampiri oleh seorang lelaki yang mengendarai motor Honda Beat hitam. Lelaki tersebut memiliki ciri-ciri berbadan agak gemuk dengan usia sekitar 40 tahun dengan menawarkan bantuan.

“Kalau mbak mbak mau cari pekerjaan saya bisa membantu. Bisa kerja di mini market,” kata Kartika menirukan kata-kata pelaku.

Lalu, keduanya merasa senang hingga menurut ketika disuruh untuk mengikuti motor pelaku menuju ke arah timur Tugu Muda Kota Semarang. Mereka berjalan hingga mencapai depan Lapas Wanita Bulu, di Jalan Mgr Soegiyopranoto, Kota Semarang, pelaku dengan motornya membelok menuju area parkir toserba “Ada”. Pelaku menyuruh korban meningalkan motornya di tempat parkir.




Kemudian, kedua korban bersama pelaku melanjutkan perjalanan dengan tidak mengenakan helm berbonceng tiga mengendarai motor pelaku melalui jalan-jalan sempit hingga sampai di depan kampus Udinus di Jalan Nakula, Kota Semarang.

Di jalanan depan kampus, pelaku menyuruh kedua korban untuk melepas semua perhiasan yang melekat di tubuh mereka masing-masing. Pelaku beralasan selama wawancara dengan pihak manajemen tidak diperkenankan membawa dompet maupun perhiasan. Kedua gadis tersebut menurut saja memberikan barang-barang seperti dompet berisi sejumlah uang, KTP, SIM dan STNK ke tangan pelaku yang segera menghilang.

Hal ini, tentu saja membuat kedua korban terlantar dan bingung. Sa’diyah dan Kartika berharap dengan dirinya melaporkan kasus tersebut pelaku yang menipu dirinya agar segera diringkus polisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.