Shalat Saat Jam Kerja, 200 Karyawan Muslim Dipecat

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





suara-islam.com
suara-islam.com

Colorado, Jelasberita.com | Diperkirakan sekitar 200 karyawan muslim imigran asal Somalia dipecat secara sepihak oleh perusahaan pengepakan daging, Cargill Meat Solutions, hanya karena melaksanakan shalat di jam kerja.

Seperti dilansir Associated Press, Sabtu (2/1/2015), perusahaan yang berbasis di Colorado, Amerika Serikat (AS) ini melakukan pemecatan massal, karena menilai karyawan muslim ini sudah menggunakan tempat kerja untuk shalat dan membuang waktu kerja.




Pemecatan ini segera mendapat perlawanan dari para pekerja. Mereka mengaku sebelumnya selalu diberikan ijin untuk beribadah, namun kebijakan itu berubah dengan madsuknya manajemen yang baru.

Juru bicara Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) Colorado, Jaylani Hussein mengatakan bahwa pemecatan ini sangat diskriminatif. Menurutnya, tidak ada larangan diperusahaan manapun di dunia ini yang melarang karyawannya untuk beribadah. Mereka beribadah bukan untuk main-main, tapi untuk sekedar meluangkan waktu sejenak untuk mengingat kepada Tuhan, Sang penciptanya. Mereka juga bukan beribadah sehari penuh, hanya beberapa menit saja, setelah itu mereka akan kembali bekerja seperti biasa.

“Mereka tidak membuat masalah dan hanya ingin beribadah sejenak dan melanjutkan kerja setelahnya,” kata Hussein.

Dengan banyaknya reaksi yang muncul setelah itu, pihak perusahaan yang memiliki 155 ribu karyawan di 68 negara bagian AS membantah telah memecat karyawan muslim karena melaksanakan shalat. Mereka beralasan pemecatan itu karena karyawan bekerja asal-asalan.




“Kami harus pastikan keamanan pangan dan produk kami untuk kepuasan konsumen ,” kata pihak perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.