Mahasisiwi Ditangkap Polisi Usai Dinikahi Dengan Uang Haram

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





sinarharapan.co.id
sinarharapan.co.id

Palembang, Jelasberita.com | Baru saja mahasiswi berusia 21 tahun ini, Riska Melinda melangsungkan pernikahan, kini ia terpaksa ditahan oleh polisi. Mahasisiwi yang terdaftar di salah satu Universitas di Palembang ini diketahui dinikahi oleh seorang pria yang usianya 16 tahun lebih tua darinya, Paulus Wily Munandar yang berprofesi sebagai karyawan Bank Swasta.

Berdasarkan keteranga dari polisi, mahasiswi ini setelah diketahui biaya pesta pernikahan, mas kawin, dan sejumlah harta yang diberikan Paulus ternyata hasil dari penggelapan uang milik Bank OCBC NISP tempatnya bekerja. “Saya tidak tahu kalau uang tersebut hasil penggelapan,” jelas Riska di Mapolda Sumsel.




Dia mengakui, uang pemberian suaminya itu sudah habis dibelikan perhiasan, perabotan, rumah tangga, dan sawah di kediaman orangtuanya di Subang, Jawa Barat.

Sementara itu, Paulus mengakui bahwa uang yang dipakai untuk menikahi istrinya itu dari hasil penggelapan. Berawal saat seorang nasabah, YL menabung uangnya Rp 300 juta, Maret tahun lalu. Namun uang nasabah tersebut tidak dimasukkannya dalam pembukuan. “Saat itu saya menjabat sebagai Supervisor di Bank tersebut,” kata Paulus.

Tidak hanya itu, tersangka juga menguras uang dalam brankas milik Bank tempatnya bekerja, senilai Rp 634 juta. Semua uang itu nyaris habis dipakai untuk kepentingan pribadi dia dan istri. “Sekarang sisanya tinggal beberapa juta lagi,” jelasnya.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimmum) Polda Sumsel, Kombes Pol Sumarso didampingi Kasubdit I Keamanan Negara, AKBP Sutriyo menjelaskan, pasangan suami istri ini sudah menjadi incaran petugas. “Tersangka dilaporkan pihak Bank dengan tuduhan melakukan penggelapan,” jelasnya.




Modusnya, dengan cara tidak menyetorkan uang milik nasabah. Uang milik nasabah yang seharusnya masuk ke Bank ternyata diambil tersangka secara bertahap. Istri tersangka juga ditahan, karena diduga ikut serta menikmati uang hasil kejahatan tersebut.

Selain meringkus dua tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 10 juta, 3,5 suku perhiasan emas, dan dua unit ponsel. “Sekarang kasus ini masih dalam pendalaman petugas,” katanya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.