Ajaib! Madia Tetap Berdiri Meski Telah Dibacok Berkali-kali, Demi Menyelamatkan Ibunya

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





ilustrasi pembacokan
ilustrasi pembacokan

Banyuasin, Jelasberita.com| kekuatan cinta dan kasih sayang terhadap ibunya mendorong, Madia, 40 tahun, nekat melawan tiga orang perampok yang tengah menyiksa ibundanya Sofi, 75 tahun, karena memergoki aksi maling tersebut.

 




Seperti diberitakan oleh okezone, kejadian berawal saat malam pergantian tahun, tepatnya jumat pukul 03.30 WIB, dini hari, di pemukiman kawasan Desa Sungai Semut, Kecamatan Makarti Jaya, Kabupaten Banyuasin. Saat itu, Hj Sofi ibunda dari Madia seperti mendengar suara seseorang di ruang dapur rumahnya dan langsung pergi untuk memeriksa ruangan tersebut. Pelaku yang tengah melaksanakan aksinya kepergok oleh kedatangan Hj Sofi, dan sontak langsung menganiaya tubuh orang tua tersebut hingga tersungkur.

 

 

Selang beberapa saat kemudian, Madia yang tengah tertidur, akhirnya terbangun akibat mendengar suara kegaduhan yang terjadi di ruang dapur tersebut. Dirinya pun langsung melihat ketiga komplotan pencuri tersebut tengah menganiaya tubuh ibunya. Dengan segera Madia mengambil parang panjang dan langsung bergelut dengan ketiga pencuri tersebut.




 

Setelah melewati pertarungan yang sengit itu, secara ajaib Madia masih bisa berdiri, walaupun dirinya telah berkali-kali terkena sabetan pedang di bagian bahu, leher, tangan, serta kaki nya. Salah satu perampok tewas setelah berduel dengan Madia dengan mendapat luka bacok di sekujur tubuhnya. Karena melihat rekannya tewas, kedua perampok tersebut pergi melarikan diri.

 

Menurut Kapolsek Makarti Jaya, AKP Iskandar didampingi Kanit Intel, Brigpol Hendri, pelaku yang tewas diketahui bernama Suwono, 43 tahun, warga Desa Pendopo Mulyo.menurut pihaknya, pelaku telah dilakukan visum di sebuah Puskesmas di Makarti Jaya, dan kemudian akan dibawa ke rumah duka untuk dilakukan pemakamana.

 

Di lain sisi, Madia dan Hj Sofi sudah dilarikan ke rumah sakit, dan kini tengah di rawat Di RS kota Palembang. Korban Hj Sofi menderita luka memar di beberapa bagian, sedangkan korban Madia mengalami luka bacokan yang cukup banyak, seperi leher, bahu, tangan, jari, paha, dengkul, serta mata kaki kanan. “saat ini kita tengah melakukan pengejaran terhadap dua pelaku lain yang berhasil melarikan diri.” Ungkap Iskandar.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.