Terungkap, Darimana Sebenarnya Asal-Usul Sampul Al-Quran Pada Terompet

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





foto: CNN Indonesia
foto: CNN Indonesia

Semarang, Jelasberita.com| Fenomena terompet berbalut sampul kertas Al-Quran telah menjadi polemik dan meresahkan masyarakat Indonesia, penjualan terompet ini sendiri telah ditemukan di berbagai wilayah di Indonesia. Masih menjadi tanda tanya, siapakah yang melakukan hal tersebut, atau memang adakah unsur kesengajaan di dalamnya.

 




Dari hasil penyelidikan dan pantauan pihak Kepolisian Republik Indonesia, telah diketahui bahwa bahan untuk terompet itu berasal dari sisa produksi sebuah perusahaan percetakan bernama CV Aneka Ilmu Semarang. Yang juga merupakan rekanan lama dari Kementerian Agama sejak tahun 2013.

 

Saat dimintai keterangan oleh Petugas, Pemilik perusahaan CV Aneka Ilmu Semarang bernama Suwanto, mengakui bahwa memang lembaran sampul Al-Quran yang dijadikan terompet tersebut adalah benar merupakan sisa proyek dari Kementerian Agama yang dipercayakan kepada perusahaannya, Pada 2013 silam.

 




Dikutip dari pemberitaan CNN Indonesia, dirinya membenarkan bahwa telah menerima proyek pengadaan Al-Quran dari Kementerian Agama sebanyak 1,6 juta eksemplar. “iya benar, saat itu kita diminta oleh kemenag yang dipimpin bapak Suryadharma Ali, untuk mencetak Al-Quran sebanyak 1,6 juta eksemplar.” Tegas suwanto. Namun sayang, pada saat proses produksi sedang berlangsung, dan sudah hampir mencapai 80 persen, lokasi tempat pembuatan Al-Quran tersebut dilanda bencana banjir, sehingga mengakibatkan sebagian besar dari hasil produksi tersebut hanyut dan rusak. Menurutnya hanya sekitar 200 ribu eksemplar yang dapat diselamatkan dan dengan kondisi cukup baik.

 

Beberapa cetakan Al-Quran yang masih bisa terselamatkan tadi akhirnya disimpan. Awalnya Suwanto berharap akan mendapatkan proyek pengadaan Al-Quran kembali dari Kementerian Agama, sehingga bila ada pesanan, stok barangnya sudah ada. Namun ternyata harapan dari Suwanto tersebut tidak menjadi kenyataan, Kementerian Agama tak kunjung memberi proyek tersebut pada perusahaannya.

 

Karena tidak adanya proyek pengadaan Al-Quran lagi, Untuk itu, perusahaan CV Aneka Ilmu Semarang menyumbangkan sebagian dari hasil cetakan Al-Quran tersebut ke sejumlah Masjid. Sedangkan sisa lainnya, telah dimusnahkan dengan aturan-aturan yang berlaku.

 

Lebih lanjut Suwanto mengatakan bahwa untuk pemusnahan tersebut, pihaknya telah memberikan cetakan tersebut kepada pengepul, untuk dijadikan bubur kertas. Suwanto mengakui bahwa pihaknya telah menyerahkan cetakan tersebut kepada pengepul bernama Sunardi, warga asal Klaten, yang memang sudah bekerja sama dengannya sejak lama.

 

Setelah sampai di pihak pengepul, Suwanto mengaku sudah tidak bertanggung jawab lagi secara langsung dengan apa yang akan terjadi terhadap cetakan tersebut. Namun, terkait dengan permasalahan sampul terompet ini, dirinya tetap meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Muslim. Dia mengaku bahwa ini merupakan unsur yang tidak disengaja.

Leave a Reply

Your email address will not be published.