Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Utara Terburuk

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





aldigozali.com
aldigozali.com

Medan, Jelasberita.com | Ikatan keluarga Alumni (IKA) Komite Nasional Pemuda (KNPi) Sumatera Utara 1974-2014 mencatat, pertumbuhan ekonomi di Sumut saat ini sebagai fase terburuk. Data tersebut diolah IKA KNPI Sumut berdasarkan kondisi lapangan yang dikuatkan hasil sensus yang dipublikasi Biro Pusat Statistik (BPS)Sumut akhir 2015. “Pada kuartal III tahun 2015, pertumbuhan ekonomi dikisaran 5,08 persen atau terburuk selama 6 tahun terakhir. Ini data yang disampaikan Kepala Bidang Neraca dan Analisa Statistik BPS Sumut Ateng Hartono,” jelas Dr Bahdin Nur Tanjung SE MM dalam dalam refleksi IKA KNPI Sumut di Medan. Selasa (29/12).

Bahkan tambahnya, hasil real di lapangan, kecenderungan lebih buruk. Data BPS mencatat peningkatan pengangguran menjadi 412 ribu orang dari 391 ribu pada tahun 2014.




Sejak tahun 2010 pertumbuhan ekonomi Sumut tertinggi di Indonesia. Tahun selanjutnya menurun tapi tetap optimistis yakni tumbuh 7,07 persen di tahun 2011. Sejak saat itu, pertumbuhan ekonomi terus menurun bahkan menukik.

Sebelumnya, Ketua IKA KNPI Dato’ Seri H Syamsul Arifin SE mengurai ragam indikasi yang membuatnya miris. Menurutnya, data empirik dari instansi resmi diolah oleh tim cendikiawan dalam IKA KNPI Sumut. Hasil temuan di lapangan tersebut digodok oleh tim 5 beranggotakan Syamsul Arifin, Bahdin Nur Tanjung, Rolel Harahap, Darwin Hanafiah dan Darwinsyah.

Menurut IKA KNPI, data pengangguran yang dikeluarkan instansi resmi seperti bola salju yang dapat mengganggu kehidupan. “Pengangguran terbuka, bila dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, semakin buruk karena ada semi pengangguran bahkan pengangguran penuh yang tak terdata,” ujar Bahdin.

Untuk mengatasinya, IKA KNPI mencari solusi dan mencoba menyampaikan kepada regulator. IKA KNPI juga membuka strategi dalam menggerakkan perekonomian masyarakat yakni perangkat pemerintahan harus dilibatkan dalam kehidupan warga. Lurah atau Kepala Desa harus turut, jangan hanya dibelakang meja, karena menurut mereka Sumut punya potensi produksi sekaligus menjadi pusat pasarnya.




 

Leave a Reply

Your email address will not be published.