Waspada! Ternyata Minuman Jajanan Anak Ini Adalah Miras Oplosan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





foto: liputan6
foto: liputan6

Bogor, Jelasberita.com | Penjualan minum keras (miras) semakin marak di Indonesia, dan dengan menggunakan berbagai modus dan cara untuk mengelabui para petugas. Salah satunya seperti yang terjadi di Kabupaten Bogor. Warga dan aparat di gegerkan dengan adanya temuan Miras berkadar alkohol tinggi dalam kemasan minuman gelas plastik jajanan anak-anak yang bermerk Jeho dan Fzuit. Kadar alkohol dari minuman tersebut tergolong tinggi karena berada di atas 40 persen

 




Peredaran miras dalam kemasan jajanan anak-anak tersebut terbongkar pada Senin siang lalu (28/12), seperti yang diberitakan liputan6.com. di lokasi, petugas berhasil mengamankan seseorang yang diduga kurir, serta menyita 7 dus miras, tepatnya di jalan Raya Cinyurup, Desa Gombang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.

 

Setelah polisi melakukan pengembangan, polisi kembali meringkus Napizan (44) yang berprofesi sebagai tukang ojek dan diduga merupakan pengedar dari produk miras tersebut. Dari tangan pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 6 dus miras dengan merk yang sama, 1 dus dengan merk Big Boss Vodka, Serta satu buah Sepeda motor.

 




Menurut Kapolsek Rumpin, Kompol Parman, pihaknya sudah melakukan penggerebekan terhadap sebuah rumah milik pelaku berinsial NS, di Kampung Cemplang RT 01 RW 07, Desa Sukamaju, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. yang menjadi tempat produksi minuman anak-anak beralkohol tersebut.

 

Usai melakukan penggerebekan, ditemukan beberapa barang bukti seperti miras merk Vodka sebanyak 8 dus, 1 dus besar gelas plastik yang berjumlah 1.000 buah, alat pengepres, serta bahan pewarna. Ditemukan juga 3 botol soft drink, sodium serta biang alkohol yang diduga merupakan campuran untuk meracik minuman keras tersebut.

 

Sayang, pada saat penggerebekan, tidak ditemui satu orang pun yang berada dirumah tersebut, diduga kuat pemilik industri rumahan tersebut telah kabur sebelumnya.

 

Lebih lanjut Parman mengungkapkan bahwa minuman keras dalam kemasan ini tidak dijual secara bebas di warung-warung, “komplotan ini punya jaringan tersendiri.” Ungkap Parman. Mengenai harga, Parman mengatakan bahwa setiap gelasnya dihargai Rp.7 ribu untuk pengecer, dan dijual kembali ke konsumen dengan harga Rp. 15 ribu.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.