Tega, Tentara Wanita ISIS Mutilasi Seorang Ibu Karena Menyusui Didepan umum

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




foto: kelompok Al khansa (sindonews)




foto: kelompok Al khansa (sindonews)

Suriah, Jelasberita.com| Kelompok militan ISIS kerap kali menebar teror kepada warga sipil di Suriah, baik orang tua, anak-anak, maupun wanita. Bahkan tak segan kelompok tersebut menghabisi nyawa warga sipil tersebut, bila tidak menuruti perintah sesuai keinginan mereka. Seperti yang terjadi pada seorang ibu yang harus meregang nyawa akibat dianggap melanggar syariat oleh ISIS.

 

Kejadian tersebut dilakukan oleh Brigade Militan perempuan ISIS, mereka menyebutnya dengan Al Khansa, yang merupakan satuan brigade khusus yang dibuat untuk menegakkan secara ketat hukum serta syariat sesuai cara ISIS di wilayah kelompok militan tersebut berkuasa.

 




Diduga seorang wanita tersebut dibunuh dan di mutilasi oleh brigade Al khansa lantaran wanita itu tengah menyusui anak laki-lakinya di luar rumah, walaupun sang ibu tersebut menutupi anaknya yang tengah menyusui dengan cadar yang dikenakannya, Hal tersebut tetap merupakan sebuah hal yang melanggar syariat menurut Al Khansa dan ISIS. langsung tentara wanita ISIS yang melihat, menggangap bahwa itu berdosa dan dengan segera menyeret wanita tersebut untuk dijatuhi hukuman mati.

 

Seperti dilansir dari laman Mirror pada selasa (29/12), seorang saksi mata bernama Aisha menuturkan bahwa Ibu tersebut di seret dan bayi laki-lakinya diberikan kepada wanita lain, kemudian wanita yang dianggap bersalah tersebut langsung dibunuh kemudian di mutilasi.

 

Brigade Al Khansa yang beroperasi di kota Raqqa,Suriah ini diduga terdiri dari beberapa wanita asing yang telah dicuci otaknya untuk membunuh siapa saja yang melanggar syariat dan kaidah Islam menurut cara pandang kelompok militan ISIS. bahkan, sekitar 60 perempuan Inggris yang hilang beberapa waktu lalu diduga juga telah bergabung dengan ISIS dan menjadi bagian dari Al Khansa.

 

Menurut tentara wanita ISIS ini, seluruh wanita di wilayah tersebut tidak di perkenankan keluar rumah, ataupun berjalan tanpa didampingi seorang pria yang masih memiliki hubungan darah. Bahkan, para wanita tersebut tidak diperbolehkan mengenakan parfum ataupun menimbulkan suara.

 

Tentara wanita Al Khansa menggunakan jubah panjang yang serba hitam, serta menggunakan penutup kepala serta cadar. Bahkan tidak ada satupun bagian di tubuh mereka yang dapat terlihat. Sepenuhnya ditutup dengan kain berwarna hitam.

Leave a Reply

Your email address will not be published.