Masyarakat Ekonomi Asean Akan ‘Menggulingkan’ Produk Halal Dari Indonesia

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





ilustrasi produk halal (republika.co.id)
ilustrasi produk halal (republika.co.id)

Jakarta, Jelasberita.com|Dalam waktu dekat, Indonesia akan dihadapkan pada tantangan baru dalam menghadapi persaingan pasar Global, tepatnya pada tanggal 31 nanti Indonesia akan menghadapi skema Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Untuk itu Asrorum Niam Soleh selaku Ketua Komite Syariah World Halal Food Council (WHFC) menghimbau kepada produsen berbagai produk halal untuk dapat turut bersaing menanggapi persaingan global ini. Dirinya mengatakan bahwa bila Indonesia tidak siap dan berbenah dalam daya saing produk, produk halal di Indonesia akan cepat tenggelam.

 




Ketika ditemui di acara bertajuk “Strategi Merebut MEA dengan Produk Halal” d Jakarta pada Selasa (29/12), Asrorum menyatakan bahwa nantinya akan banyak produk halal yang beredar di pasaran dan tidak hanya berasal dari dalam Negeri, melainkan dari berbagai negara tetangga seperti Singapura, Thailand, dan Malaysia.

 

Menurut Asrorum, pasar di Indonesia sangat berpotensi bagi negara-negara lain, dan akan sangat berbahaya bila pasar kita hanya dimanfaatkan oleh pihak asing. Ditambah dengan Indonesia yang mayoritasnya adalah muslim, maka secara otomatis para negara tetangga telah menyiapkan berbagai produk halal untuk dikonsumsi masyarakat Indonesia.

 




Asrorum menambahkan bahwa rata-rata pelaku usaha di negara ini masih kurang dan kalah sigap bila dibanding dengan berbagai pengusaha dari negara-negara tetangga terkait masalah pasar bebas ASEAN ini. Sebagai contohnya adalah banyaknya terdapat produk makanan dan minuman yang masih belum dilabeli dengan sertifikat halal dari pemerintah. Asrorum berpendapat bahwa negara-negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, Singapura, ataupun Vietnam sangat mengontrol dan memperhatikan dengan baik setiap kepentingan konsumen, khususnya untuk produk halal.

 

Ditempat terpisah, hal senada juga disampaikan oleh Kasubdit Urusan Halal Kementerian Agama, Siti Aminah. Siti menilai bahwa produk yang ditawarkan oleh usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) nantinya akan mengalami persaingan yang sulit terhadap para produsen dari negara lain di masa Masyarakat Ekonomi Asean, karena masih belum mampu untuk mencapai standar minimal dalam sertifikat halal.

 

Untuk itu, saat ini Kementerian Agama mengupayakan pembinaan para pelaku UMKM untuk dapat mencapai standar minimal sertifikasi halal, seperti tentang sarana dan prasarana, atau proses pembuatan, bahan baku dan lain lain. Hal ini juga dilakukan untuk menyusun Standar Nasional Indonesia (SNI) halal di Indonesia.

 

“jadi nantinya dengan pembinaan seperti ini, para pelaku UMKM dapat menyadari betapa penting sertifikasi halal agar usahanya tetap berjalan dan mampu bersaing.” Ujar Siti

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.