Drawa, Desain Maskot Tanpa Niat

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





drawa
Drawa, maskot cendrawasih Indonesia

Drawa, maskot yang dibuat untuk Asian Games 2018 di Indonesia itu, kini nasibnya mengenaskan. Bukannya hadir dengan pujian, ia malah mendapat banyak kritik. Maskot cendrawasih Indonesia dibuat dengan “seadanya” oleh pembuatnya.

Pada dasarnya, Drawa dibuat untuk mewakili kultur dan kekhasan dari Indonesia. Drawa adalah refleksi dari cendrawasih, burung khas Papua, dan mengenakan pakaian seni bela diri khas nusantara, yaitu pencak silat. Namun, untuk wakili Indonesia dalam perwujudan sebuah maskot, maka dinilai tak pantas secara estetika.




Masyarakat Indonesia yang sudah melihat desain Drawa, menilai maskot cendrawasih Indonesia terlalu kuno dan ketinggalan zaman. Maskot cendrawasih Indonesia benar-benar tampak apa adanya. Kecantikan Drawa sebagai perwujudan cendrawasih – yang mendapatkan julukan Bird of Paradise – justru tak tampak di sini.

Drawa lantas dibandingkan dengan maskot Asian Games 2014, yakni Chumuro, Vichuon, dan Barame, juga dengan maskot Asian Games 2010, yakni A Xiang, A He, A Ru, A Yi, dan Le Yangyang.

1AMaskot

Maskot-maskot tersebut tampak begitu hidup. Bukan hanya sekadar menyunggingkan senyum, mereka juga didesain dengan begitu menarik. Chumuro, Vichuon, dan Barame, juga A Xiang, A He, A Ru, A Yi, dan Le Yangyang, mempunyai gradasi warna yang indah, membuat desain mereka tampak lebih modern.




Coba bandingkan dengan maskot cendrawasih Indonesia yang tiap bagian tubuhnya hanya diberikan satu blok warna saja, tanpa adanya gradasi warna atau efek pencahayaan atau pewarnaan, atau imajinasi apa pun.

4AMaskot

Bahkan, jika maskot cendrawasih Indonesia ini dibandingkan dengan maskot Piala Dunia tahun 2002, yakni Ato, Nik, dan Kaz, Drawa masih tampak kalah “kekinian” dari mereka. Padahal, Ato, Nik, dan Kaz berasal dari masa yang berbeda dengan maskot cendrawasih Indonesia.

2AMaskot

Ato, Nik, dan Kaz sejak pertama dirilis dalam bentuk 3 dimensi. Ketiganya tampak begitu cemerlang dengan efek pewarnaan dan pencahayaan di desain tubuh mereka. Di luar itu, ekspresi wajah Ato, Nik, dan Kaz tampak begitu nyata.

3AMaskot

“Maskot dan logo itu amat penting dalam sebuah event, setara duta acara itu. Ini ajang besar lho. Asian Games, bukan SEA Games. Maskot dan logo itu sudah sangat usang, bahkan jika harus dibandingkan dengan logo Olimpiade 1980 di Moskow,” kata Narpati Awangga, seniman piksel Ruangrupa.

Sementara itu, Menpora Imam Nahrawi sudah mengungkapkan bahwa maskot Asian Games ini memang kurang menarik. Ia pun menerima segala kritik dan masukan agar ada perbaikan untuk Drawa.

“Masyarakat memberikan komentar tentang maskot ini, mungkin mereka merasa maskot cendrawasih seperti kaku,” kata Imam.

Leave a Reply

Your email address will not be published.