Bukan Hanya Wanita, Pria Pun Jadi Korban Pelecehan Seksual di KRL Jakarta-Bogor

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





yandanesia.blogspot.com
yandanesia.blogspot.com

Jakarta, jelasberita.com | Kasus pelecehan seksual yang terjadi di dalam KRL tentu sudah sering menjadi perhatian publik selama ini. Pelecehan di KRL ini umumnya dialami oleh para wanita. Melihat hal ini, sekarang ini PT KAI telah membuat terobosan dengan kereta khusus wanita. Dalam satu rangkaian KRL, terdapat dua kereta (gerbong) khusus wanita yang berada diujung depan dan belakang. Namun ternyata kasus pelecehan ini seksual hingga kini masih terjadi.

Tragisnya lagi, kini bukan hanya kaum hawa saja yang menjadi korban pelecehan seksual di KRL, kini kaum Adam pun menjadi korban pelecehan seksual.




Kejadian ini terjadi pada seorang pria yang saat itu sedang menumpang KRL Jakarta-Bogor.

Saat itu tepat jam 22.15 kereta melesat dari Stasiun Pasar Minggu menuju Bogor. Suasana saat itu tidak begitu sesak, meski demikian banyak para penumpang yang berdiri karena tidak mendapat jatah tempat duduk.

Malam dan lelah membuat suasana didalam kereta terasa hening. Sebagian penumpang duduk memanfaatkan waktu sambil memejamkan mata, sebagian lagi sibuk dengan Handphone yang dipegangnya.

Namun tiba-tiba suasana hening itu mendadak berubah. Suara bentakan dengan nada tinggi menyedot semua pasang mata ditengah kereta nomor 2. Seorang pria berjaket hitam terlihat memegang tangan pria berusia sekitar 30 tahun yang mengenakan jaket merah.




Tak lama kemudian pria berjaket hitam itu menampar keras pria berjaket merah itu.

“Lo homo ya, dari tadi raba-raba gue!”kata pria itu sembari menampar pria yang usianya lebih muda itu.

Peristiwa itu terjadi saat KRL melintas diantara Stasiun Tanjung Barat dan Lenteng Agung. Sesaat pria itu meluapkan amarahnya, penumpang lain langsung menoleh ke arah kedua pria itu.

“Dari tadi gue diemin lo pegang bokong dan paha gue, ini gue pikir tadinya copet, nggak tahunya homo,” katanya berapi-api.

Melihat kejadian itu, penumpang lain langsung menenangkan pria itu agar tak lagi melayangkan tangannya yang sudah mengepal. Namun, saat suasana hening, pria itu menendang pria berjaket merah itu.

Para penumpang yang melihat kejadian itu, mengusulkan agar korban melaporka kejadian itu ke pihak petugas dengan tuduhan pelecehan seksual. Tapi si pria yang menjadi korban menolak melaporkan peristiwa tersebut dan hanya menganggap kejadian ini sebagai sebuah pelajaran.

Saat tertangkap basah, pemuda bertubuh atletis dan berwajah tampan hanya diam. Saat itu dia tidak membela diri sedikitpun dan hanya menahan malu dengan terus menundukkan kepalanya. Tak ada bantahan atau pembelaan yang dia berikan untuk menangkis semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

Tak lama berselang KRL tersebut pun berhenti di stasiun Lenteng Agung. Pria yang menjadi korban itu pun langsung menendang pria yang melecehkannya keluar kereta.

“Keluar lo!” kata pria itu sembari menendang pemuda itu keluar dari KRL.

Kejadian serupa sebenarnya sudah kerap terjadi. Namun, para korban kebanyakan tidak melapor. Korban biasanya menuliskan pengalamannya di blog atau forum-forum online.

Leave a Reply

Your email address will not be published.