Tragis, Penyanderaan Perawat Di China Berakhir Dengan Kematian

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




tribunnews.com




tribunnews.com

Wuchuan, Jelasberita.com | Diberitakan oleh NetEase yang dilansir shanghaiist, seorang penyandera menyerbu sebuah Rumah Sakit di provinsi Guangdong, China. Dari Rumah Sakit tersebut, penyandera tersebut berhasil menangkap seorang perawat dengan menodongkan pisau, namun akhirnya perawat tersebut kehilangan nyawanya.

Insiden yang mengerikan ini terjadi pada tanggal 23 Desember 2015 lalu, sekitar pukul 4 sore di Rumah Sakit Southwest di Kota Wuchuan.

Seorang pria berusia 38 tahun secara tergesa-gesa berlari ke Unit Gawat Darurat Rumah Sakit dan segera mencari seorang perawat bernama Li Haiyan. Sembari menodongkan pisau keleher perawat tersebut, pria itu berjalan keluar dari Rumah Sakit dengan menyandera perawat.

Melihat kejadian tersebut, penjaga keamanan yang bertugas saat itu telah menutup pintu gerbang. Hal ini dilakukan untuk mencegah pria dengan sandera tersebut melarikan diri, tetapi penyandera malah menjadi semakin gelisah dan mulai menggoreskan pisau keleher perawat tersebut. Tidak ingin terjadi apa-apa dengan perawat tersebut, pihak keamanan segera membuka pintu gerbang yang telah ditutup, dan mereka pun berhasil meninggalkan Rumah Sakit tersebut.




Pria itu melarikan diri dengan sandera perawat ditangan nya sambil mengendarai sebuah mobil. Pihak kepolisian setempat pun segera melakukan pengejaran terhadap pria tersebut, dan berhasil mencegatnya di Kota Tangzui dan pria tersebut pun segera dibawa ke tahanan. Namun, malang bagi perawat yang menjadi sandera pria tersebut. Pria itu sempat menjatuhkan perawat tersebut dari mobilnya. Perawat itu sempat dilarikan ke Rumah Sakit, tapi nyawanya tak dapat tertolong dan meninggal karen luka-lukanya yang cukup parah. Vertebrata serviks dan tengkoraknya retak.

Media lokal sempat berspekulasi bahwa insiden itu didasari oleh keluhan kepada perawat yang melakukan perawatan medis seblumnya.

Saudara perawat tersebut mengatakan kepada wartawan, bahwa pria itu beberapa hari yang lalu membawa anaknya ke Rumah Sakit dan perawat tersebut telah membantunya untuk menemukan dokter.

Saksi mata juga menyebutkan bahwa ketika penyandera berada di Rumah Sakit, Ia sempat berteriak ,”Kamu telah memberikan anak saya tembakan beracun!”

Presiden Rumah Sakit Southwest, Long Deyun mengatakan bahwa tidak ada catatan masa lalu yang mampu menunjukkan bahwa penyandera atau keluarganya pernah mengunjungi Rumah Sakit. Ia juga menyangkal bahwa sengketa medis adalah penyebab insiden tersebut.

Saat ini polisi setempat masih melakukan penyelidikan terhadap tersangka.

Leave a Reply

Your email address will not be published.