Seorang Pria Berseragam Polisi Mengatakan Ingin Bacok Presiden di Status Facebooknya

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





foto: status facebook akun Cinde Ary Bakhti (tribunnews)
foto: status facebook akun Cinde Ary Bakhti (tribunnews)

Jelasberita.com| Setelah sebelumnya masyarakat Indonesia dihebohkan dengan kasus penangkapan seorang Dosen dari Universitas Nusa Cendana, Yulianus Paonganan, terkait keterlibatan dirinya dalam pencemaran nama baik Presiden Indonesia di situs jejaring sosial. kini, bertambah lagi sebuah akun atas nama Cinde Ary Bakhti yang melakukan aksi ‘hate speech’ atau ujaran kebencian di sosial media.

 




Belum diketahui pasti bagaimana dan apa yang melatar belakangi akun ini membuat status kebencian tersebut di akun facebooknya. Akun tersebut menuliskan kata kata yang menghina Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. “Pengen gue bacok kepala jokowi kasih makan ke an**ng bos gw. Presiden bodoh.” Tulis akun tersebut.

 

Seperti yang dilansir tribunnews pada Minggu (27/12), dalam Akun Cinde Ary Bakhti sendiri, terdapat beberapa foto seorang yang menggunakan seragam kepolisian korps Bhayangkari, yang diduga adalah pemilik akun tersebut. Dan dalam biodatanya profil akunnya mengaku bahwa dirinya adalah polisi, dan lulusan dari Sekolah Polisi Mojokerto.

 




Beberapa pengguna jejaring Sosial Facebook menganggap bahwa akun tersebut adalah palsu, dan hanya mencari sensasi saja. Namun, setelah dibully atas pernyataan kebenciannya terhadap presiden Jokowi, Akun Cinde Ary Bakhti langsung menghapus postingannya tersebut.

 

Terkait kasus ini sendiri, pada 8 Oktorber 2015 lalu, Kapolri Jendral Badrodin Haiti telah melakukan peringatan dan telah mengeluarkan surat edaran Nomor SE/6/X/2015 untuk melakukan antisipasi ‘hate speech’ yang kerap dikeluarkan masyarakat melalui berbagai jejaring sosial.

 

lebih lanjut Badrodin mengungkapkan bahwa surat edaran tersebut telah mengacu kepada Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yang memang telah mengatur tentang tindakan ‘hate speech’ ini.

 

Kapolri Juga berharap nantinya surat edaran yang telah dikeluarkan mengenai ujaran kebencian tersebut, dapat memberikan efek jera terhadap kelompok maupun individu di sosial media yang kerap kali melontarkan perkataan yang dianggap menyebarkan kebencian dan dapat memicu konflik horizontal.

 

Kebebasan mengungkapkan perasaan dan ungkapan dalam situs jejaring sosial, kerap kali menuai kontroversi dan dapat menimbulkan perpecahan, untuk itu para pengguna sosial media atau situs jejaringsosial diharapkan selalu bijak dan cerdas dalam penggunaanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.