Menteri Sosial Menghimbau Remaja Untuk Tidak Minum-Minum Di Malam Tahun Baru

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




foto: tribunnews




foto: tribunnews

Semarang, Jelasberita.com| Perayaan malam pergantian tahun kerap kali diisi dengan berbagai kegiatan pesta yang diidentikkan dengan kebahagiaan dan suka cita dalam menyambut tahun yang baru. namun, selayaknya perayaan malam pergantian tahun tersebut tidak dilakukan dan disalah artikan dengan melakukan kegiatan negatif, seperti melakukan pesta seks dan pesta minuman keras. Khususnya bagi remaja-remaja di Indonesia yang kerap kali melakukan aksi seperti ini di malam tahun baru.

 

Seperti yang disampaikan oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang juga selaku Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), saat di temui di Konfrensi Wilayah VII Pengurus Wilayah Muslimat NU Jawa Tengah, di Semarang pada Sabtu (26/12).

 




Khofifah meminta masyarakat untuk berlaku bijak dan tidak melakukan aksi negatif yang justru merusak. “bukan dengan cara yang negatif merayakan malam pergantian tahun, seperti minum-minum atau pesta seks, itu semua bersifat merusak.” Tegas Khofifah.

 

Menurut Khofifah, kegiatan-kegiatan negatif semacam itu dapat membahayakan diri sendiri maupun masyarakat, apalagi bila minuman keras tersebut adalah oplosan yang dapat menimbulkan efek kebutaan secara permanen, dan tentunya dapat mengakibatkan kematian.

 

“saya katakan, bahwa minuman oplosan semacam itu tingkat bahayanya sangat tinggi, banyak sudah kasus yang menerangkan bahwa minuman oplosan tersebut dapat mengakibatkan kebutaan, dan jumlahnya cukup tinggi.” Tambah Khofifah.

 

Lebih lanjut Khofifah mengatakan bahwa rata-rata pengoplos minuman keras biasa membeli alkohol dengan kadar alkohol 90 persen di apotik yang kemudian dicampurkan dengan soft drink. Efek samping dari minuman oplosan ini yakni dapat langsung menyerang serta menjadikan pembuluh darah beku di sekitar mata, serta pembekuan di sekitar jantung yang bisa berakibat pada kematian.

 

Menurut data yang ada dari RS. Cipto Mangunkusumo, lebih dari 10 orang telah mengalami kebutaan ini secara permanen setiap bulannya, terang Khofifaf.

 

Untuk itu, Khofifah menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia bahwa harus berubah ke arah yang lebih baik sesuai dengan program revolusi mental yang dicanangkan pemerintahan Jokowi-Kalla. Menurut Khofifah hal ini bisa terjadi dengan adanya arahan kepada masyarakat untuk sesuatu hal yang produktif.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.