Hidup Tak Menentu, Kini Anang Memilih Menyerah

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





bunuh-diri
Ilustrasi bunuh diri

Di jembatan Ampera pada minggu pagi semalam menarik perhatian banyak warga sebab warga Palembang dikejutkan dengan ditemukannya sesosok pria tewas tergantung. Akibatnya, mayat dengan menggunakan sweater abu-abu dan celana panjang biru tersebut mendadak menjadi tontonan warga yang saat itu banyak melakukan berolahraga.

Temuan mayat tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB pada Minggu (27/12). Warga yang melihat mayat merasa tidak berani untuk mengangkatnya. Mereka lalu memanggil petugas kepolisian sekitar untuk mengevakuasi mayat tersebut.




“Tadi pagi jam 07.00 WIB waktu saya sedang lewat Jembatan Ampera, terlihat banyak warga berkerumunan di ruas jalan sebelah kanan. Karena penasaran, saya juga ikut melihat. Rupanya ada mayat pria tergantung dengan wajah menengadah ke atas,” kata Robi, salah satu warga Palembang.

Saat dikonfirmasi ke pihak kepolisian, salah satu petugas yang enggan disebutkan namanya membenarkan bahwa ditemukan mayat laki-laki tergantung di jembatan Ampera. Menurut petugas tersebut, mayat sudah dievakuasi ke RSU Pusat Muhammad Husein Palembang.

Melalui penelusuran informasi, mayat pria yang diduga bunuh diri itu adalah Drs. Ro alias Anang (56). Almarhum adalah warga Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Penuturan Yon, salah satu kerabat sang mayat yang datang ke RSUP Muhammad Husein Palembang, Anang sudah satu bulan ini tinggal di rumah saudara perempuannya di Jalan Kartini, Palembang.




“‎Semalam Anang pergi tanpa pamit, ia keluar sekitar pukul 02.00 WIB. Saya juga tak tahu kalau tujuannya keluar untuk ini (diduga bunuh diri),” kata Yon.

Yon terkejut saat mendengar kabar dari warga saudaranya itu tewas gantung diri di jembatan yang menjadi ikon Kota Palembang itu. Padahal menurutnya Anang adalah pribadi yang baik.

“Anang itu pribadinya taat dan rajin beribadah,” ungkap Yon.

Dia menduga kuat bahwa saudaranya ini memang bunuh diri. Faktor yang menjadi alasan adalah menurut Yon usaha yang dikelola oleh Anang sedang alami kebangkrutan. Tak hanya itu, istri mudanya juga meninggalkan dirinya setelah ia bangkrut.

Anang adalah seorang alumni Universitas negeri kenamaan di Sumatera Selatan ini meninggalkan dua orang anak yaitu anak laki-laki dan perempuan. Kedua anaknya kini tengah menjalani pendidikan di tempat Anang belajar dahulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.