Teror Bom Di Batik Air Rute Kupang-Jakarta, Tiga Penumpang Ditahan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





nasional.news.viva.co.id
nasional.news.viva.co.id

Kupang, Jelasberita.com | Aksi teror bom di pesawat kembali lagi terjadi di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), tepatnya di Bandara El Tari Kupang. Teror ini terjadi pada Pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6541 tujuan Kupang-Jakarta.

Akibat aksi teror ini, pesawat yang mengangkut 62 orang penumpang akhirnya dibatalkan jadwal keberangkatannya.




Komandan Angkatan Udara El Tari Kupang, Kolonel Penerbang Andi Wijaya mengatakan pesawat itu dibatalkan keberangkatannya, karena x-ray bandara mencurigai adanya benda cair yang berbahaya dalam pesawat yang diduga bom.

Seluruh penumpang saat itu diperintahkan untuk turun dari dalam pesawat. Tim penjinak bom Polda NTT yang rutin kelokasi langsung mengamankan pesawat tersebut, dan seluruh bagasi pesawat diturunkan untuk mencari dan memeriksa benda yang diduga bom.

Berdasarkan pemeriksaan, ada tiga orang yang diamankan pihak Polda NTT karena diduga telah membawa bom.

Kapolda NTT, Brigjen Pol Endang Sunjaya mengatakan bahwa tiga orang yang diamankan tersebut adalah Heri Iskandar, Feby Maulana, dan Hendi Susandi. Ketiganya diketahui adalah warga Sukabumi, Jawa Barat.




Sementara itu menurut Kolonel Penerbang Andi Wijaya, saat itu salah satu dari ketiga penumpang tersebut menurut hasil pemeriksaan pemindai sinar X diketahui membawa benda yang diduga bom sehingga diminta turun dari pesawat.

Namun saat diminta turun ia dan kedua teman nya menolak dan mengatakan kepada pramugari,” Bagaimana kalau saya bawa bom.”

Mendengar hal tersebut, pihak Batik Air melapor kepada petugas keamanan di Bandara El Tari, Kupang.

Setelah menerima laporan, pihak bandara langsung mengamankan ketiga penumpang tersebut. Selanjutnya, semua penumpang diminta turun karena pesawat akan diperiksa. Bahkan, bahan bakar pesawat pun dikeluarkan kembali.

Saat ini ketiga akan segera diproses sesuai hukum yang berlaku, walaupun teror yang dilakukan oleh ketiga penumpang tersebut hanyalah sebuah lelucon belaka.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.