Setelah 38 Tahun, Kini Bulan Purnama ‘Dingin’ Langka Akan Hiasi Natal

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




bulan

Natal tahun 2015 akan dibarengi dengan fenomena alam yang menakjubkan. NASA menyatakan, Bulan Purnama telah menghiasi langit sepanjang malam pada tanggal 25 Desember 2015.




dilansir melalui Daily Mail, Kamis (24/12) Bulan Purnama yang muncul tadi malam memang tergolong biasa saja, tak ada yang aneh maupun menyeramkan dari bulan ini. Namun, kehadirannya di saat hari Natal itulah yang menjadikannya istimewa dan perlu diketahui bahwa peristiwa ini belum pernah terjadi kembali sejak 1977.

Purnama yang terjadi pada bulan Desember mendapat julukan Full Cold Moon karena hanya terjadi di awal musim dingin.

“Bulan purnama kali ini merupakan Bulan Purnama yang menghiasi malam Natal pertama kali sejak terakhir kali terjadi sekitar 34 tahun lalu. Fenomena munculnya¬†purnama bertepatan saat malam Natal terjadi terakhir kali pada 1977. Dan fenomena berikutnya akan muncul kembali pada tahun 2034,” jelas NASA dalam pernyataan resminya.

“Saat Natal pula, pesawat luar angkasa milik NASA juga tepat pada saat akan mengelilingi orbit Bulan. Jadi bagi kalian yang ingin melihat maka siapkan teropong, bisa jadi pesawat tersebut akan dapat ditangkap oleh perangkap kalian,” tulis ahli luar angkasa, Nancy Neal Jones dari NASA Goddard Space Flight Center di blog-nya.




Menurut NASA, fenomena bulan purnama di Desember ini merupakan purnama terakhir pada satu tahun tersebut dan memang terjadi setiap tahunnya. Kalender pertanian di Amerika menyebutnya dengan nama Bulan Purnama Dingin atau Bulan Purnama Sepanjang Malam.

Bulan purnama yang terjadi pada bulan desember ini pula menjadi purnama terlama karena malam di bulan Desember merupakan yang terpanjang dan tergelap sepanjang satu tahun. Bahkan, sepanjang bulan ini musim dingin akan datang lebih cepat.

Sepanjang Desember, bulan pada saat itu berada di atas cakrawala dalam waktu yang lama. Bulan terlihat lebih terang, karena memiliki lintasan tinggi di langit, berlawanan dengan Matahari yang rendah.

“Ketika kita melihat Bulan, perlu ingat bahwa Bulan lebih dari sekadar tetangga angkasa,”¬† kata John Keller, juga dari NASA.

“Sejarah geologi Bulan dan Bumi sangat erat, sehingga Bumi akan menjadi planet yang berbeda secara dramatis tanpa Bulan,” imbuh Keller.

Tahun 2015 merupakan tahun istimewa bagi Bulan. Termasuk penampakan fenomena supermoon dan gerhana Bulan pada September lalu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.