Salut,,Mesjid Dan Gereja Berdampingan Di Titi Rantai, Warga Saling Menghargai

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




tribunnews.com




tribunnews.com

Medan, Jelasberita.com | Tampaknya di bulan Desember 2015 ini, warga Jalan Terompet, Kelurahan Titi Rantai, Kecamatan Medan Baru patut diberi apresiasi tinggi atas rasa saling menghormati yang ditunjukkan oleh kedua penganut perbedaaan kepercayaan ini. Apalagi tepat pada hari Jumat, 25 Desember ini kedua pemeluk perbedaan kepercayaan ini sama-sama merayakan hari besar agamanya masing-masing.

Keterangan ini dibenarkan oleh Pdt Jeremiah Purba, anggota Majelis Runggun Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Kelurahan Titi Rantai.

Menurutnya, lokasi yang saling berhadapan antara Gereja GBKP dan Mesjid Al Mutaqien tidak menjadi masalah bagi kedua penganut perbedaan kepercayaan ini untuk menjalankan ibadah sesuia kepercayaan nya masing-masing.

“Memang kebetulan hari besar Kristen dan Islam pada tahun ini memang bertepatan jadwalnya. Tapi itu tidak menjadi masalah bagi warga disini, kami tetap saling menghargai,” kata Jeremiah saat diwawancarai di ruang Majelis Runggun, Jumat (25/12/2015).




Jeremiah juga menambahkan, bahwa selama ini kedua umat agama initelah menjalin hubungan yang baik. Bahkan hubungan yang saling menghargai ini sudah terjalin sejak berdirinya kedua tempat ibadah ini, yaitu sejak tahun 1963.

Keharmonisna hubungan antara dua agama ini juga dapat dilihat dari beberapa kegiatan yang sering diadakan antara pengurus gereja dan mesjid, diantaranya seperti ketika gerja GBKP ini mengadakan kegiatan pelayanan kesehatan setiap hari Minggu, pengurus gereja juga mengundang umat Muslim dan pengurus Mesjid untuk terlibat. Selain itu, ketika di mesjid sedang ada azan, apapun kegiatan di gereja ini dihentikan sejenak, begitu pula sebaliknya dengan pengurus mesjid.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Alex Ginting, Pengurus Mesjid Al Mutaqien yang berlokasi tepat disamping Gereja GBKP ini. Ia mengatakan bahwa tidak ada masalah selama ini dalam melakukan ibaadah, baik bagi umat Muslim maupun Kristen.

“Tidak pernah ada masalah selama ini. Kebetulan antar pengurus mesjid dan gereja selalu menjalin hubungan baik. Biasanya bermain bola bersama jika ada waktu, dan kalau ada kegiatan sosial kami selalu bekerjasama dan saling membantu,” ujar Alex.

Rasa saling menghargai ini sangat terlihat di Hari Jumat ini, kebetulan umat Kristen sedang merayakan Natal. Tapi karena mereka saling menghargai, para jemaat di GBKP ini menghentikan acara mereka sejenak, untuk memberikan waktu bagi umat Muslim di Mesjid Al Mutaqien untuk melaksanakan shalat Jumat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.