Warga Dilibatkan Untuk Amankan Natal di Timika

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Pengamanan jelang Natal di Timika
Pengamanan jelang Natal di Timika

Timika, Jelasberita.com – Organisasi Masyarakat akan dilibatkan dalam pengamanan perayaan Natal 2015 di gereja – gereja Kota Timika, Papua. Organisasi tersebut tak lain adalah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan, Paguyuban Jawa, dan para pemuda-pemudi dari komunitas agama lain yang dikoorniasi oleh Forum Kerukunan Umat Beragama.

Kapolres Mimika, AKBP Yustanto Mudjiharso, mengatakan selain aparat kepolisian dan TNI, aktivitas pengamanan perayaan Natal tahun ini di Timika juga akan melibatkan potensi masyarakat di dalamnya terangnya di Timika, Rabu  (23/12).




“Kami sengaja ingin menunjukkan pada seluruh masyarakat dan mancanegara bahwa Natal di Timika kondisinya aman, dan semangat toleransi antar umat beragama di Mimika sangat harmonis meskipun masyarakatnya heterogen. Saat semua kompak dan bersatu, situasi daerah akan semakin kondusif,” ujar Yustanto.

Sejauh ini, pihak berwajib setempat tidak menemukan adanya potensi gangguan menjelang perayaan hari raya Natal 2015 juga Tahun Baru 2016. Razia minuman keras beralkohol dan petasan yang berpotensi mengganggu ketenangan dan khidmat umat Nasrani ketika hendak melaksanakan ibadah Natal sudah mulai dilaksanakan oleh pihak kepolisian setempat.

“Sesuai hasil rapat kami bersama FKUB dan seluruh komponen masyarakat yang ada di Mimika, kami sepakat bahwa mulai Malam Natal Kamis (24/12) hingga Sabtu (26/12)  tidak boleh ada warga yang menjual maupun membunyikan petasan, karena hal ini sangat mengganggu ketenangan umat Nasrani yang hendak melaksanakan ibadah Natal,” kata Yustanto.

Aparat pengamanan khusus difokuskan terutama pada sejumlah gereja dengan jumlah jemaat yang paling banyak, seperti Gereja Katedral Tiga Raja yang ada di Timika. Sementara itu untuk wilayah Kwamki Lama yang rawan akan adanya konflik, aparat Polri dan TNI sengaja memberi perhatian khusus dengan melakukan patroli mobil mulai 24 hingga 26 Desember. Semua ini bertujuan untuk memberikan ketenangan pada umat Nasrani di wilayah itu yang hendak melaksanakan ibadah Natal.




 

Leave a Reply

Your email address will not be published.