Tragis, Seorang Gadis Belia Tewas Terhimpit Di Saat Mencuci Mobil

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




ilustrasi: tempat pencucian mobil (autobild)




ilustrasi: tempat pencucian mobil (autobild)

Sidempuan, Jelasberita.com| Orang tua dari Siska Ramadhani tak percaya bahwa anak gadis nya harus kehilangan nyawa dengan cara yang mengenaskan. Siska yang berumur 18 tahun itu tewas ketika sedang bekerja di tempat pencucian mobil di daerah tempat dia tinggal. Diduga Siska tewas setelah terhimpit oleh mobil yang sedang mundur.

 

Seperti dihimpun dari laman kriminalitas.com, Korban yang merupakan Warga Desa Salambue, Psp Tenggara ini, tewas saat sedang bekerja di sebuah tempat pencucian mobil di daerah Nauli Pudun, Padang Sidempuan Tenggara, tempat dia biasa bekerja pada Selasa (22/12)

 




Nyawa Siska tak dapat diselamatkan lagi, lantaran dirinya mengalami luka parah di bagian tengkorak nya. Menurut Parhum, yang merupakan warga yang tinggal di daerah sekitar pencucian mobil tersebut, mengatakan bahwa korban ketika itu tengah mengeringkan sisi bagian belakang mobil dengan kain. Lalu teman sang korban bernama Udin, memundurkan mobil tanpa mengetahui bahwa korban berada di belakang mobil tersebut.

 

Pada saat kejadian itu, korban yang tak menyangka mobil tersebut akan mundur, tak dapat lagi menghindar. Dengan seketika kepala korban terjepit antara mobil dan dinding. “saya diberitahu bahwa kepala anak itu terjepit dari orang orang yang melihat, saya memang tidak melihat. Tapi saya warga sekitar sini.” Imbuh Parhum

 

Risna yang merupakan kakak korban meng iya kan bahwa adik nya siska memang bekerja di tempat pencucian mobil tersebut. “kami mengetahui kabar meninggalnya siska dari teman nya”. Ujar Risna saat ditemui di rumah duka.

 

Korban yang merupakan anak kedua dari pasangan Arwan dan Toguna, meninggal seusia mendapatkan perawatan di ruang IGD. Perawat yang menangani korban mengatakan bahwa, di bagian kepala dan lengan kanan korban mengalami luka yang cukup serius. Tengkorak dan lengan korban remuk. Sehingga nyawa nya tak dapat terselamatkan lagi.

 

Sementara itu, saat ditemui di tempat terpisah, Kasat Lantas Polres Padang Sidempuan, AKP Hasan menegaskan bahwa insiden ini bukan merupakan kecelakaan lalu lintas, namun dianggap sebagai kelalaian kerja yang menyebabkan nyawa orang lain meninggal.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.