Pemerintah Berlakukan ‘Surat Miskin’ Bagi Pembeli Gas Elpigi 3 KG

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




foto : dnaberita.com




foto : dnaberita.com

Demi menjaga distribusi elpiji 3 kg tepat sasaran, Kementerian ESDM akan menerapkan sistem kartu untuk setiap pembelian epiji tabung melon hijau tersebut mulai tahun depan.

Direktur jenderal Migas Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja menjelaskan, sistem distribusi tertutup untuk elpiji 3 kg ini harusnya sudah dilakukan tahun ini. Namun tertunda karena berlangsungnya Pilkada serentak. Sebagai langkah awal, kebijakan ini akan diterapkan di kota Tarakan, Kalimantan Utara terlebih dahulu.

Pilot project kemungkinan dimulai di kota Tarakan karena kota ini sudah siap, dari roadmap beberapa kota dilaksanakan tahun depan. Ada 4 sistem kartu subsidi langsung, kartu monitoring, finger print akan dikerucutkan dicoba dulu di 2/3 wilayah Tarakan sebagai pilot project,” ujar Wiratmaja di kantornya, Plaza Sentris, Kuningan, Jakarta, Selasa (22/12).

Melalui kebijakan ini, maka yang berhak mendapatkan elpiji 3 kg adalah mereka yang punya kartu ‘miskin’ ini.




“Kalau yang nggak berhak maka belinya harus yang warna pink, yang bright  dan tidak ada kenaikan harga. Namun kenaikan harga tentu ada sesuai nota keuangan yang Rp 1.000/kg di tahun 2016,” ujarnya.

sedangkan penerimanya, sedang dikaji apakah yang kondisi sangat miskin atau yang menengah ke bawah. Selanjutnya akan dibuat data untuk mereka yang bisa menerima kartu miskin tersebut.

Sementara itu di beberapa daerah di Indonesia seperti warga yang ada di Tanah Abang, Jakarta Pusat sudah puluhan tahun memasak menggunakan gas bumi. Mereka tak repot – repot membeli tabung gas.

Dibandingkan dengan tabung yang berat dan mahal juga boros dalam pemakaian gas bumi lebih menguntungkan.  Sejak 1984 Rusun yang berlokasi di Kebon Kacang mendapatkan pasokan gas bumi dari fasilitas jaringan pipa PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN).

Ria, salah satu warga menjelaskan, penggunaan gas bumi adalah pilihan tepat karena biaya yang dikeluarkan  jauh lebih hemat dibanding gas tabung elpiji, apalagi selama penggunaan puluhan tahun, tidak pernah ada gangguan sama sekali ataupun kecelakaan yang diakibatkan. Ria mengaku hanya membayar sebesar Rp 40.000 per bulan untuk penggunaan gas dari PGN ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.