Diduga Karena Tekanan Psikologis, Johan Budi Mengundurkan Diri Dari KPK

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





nasional.kompas.com
nasional.kompas.com

Jakarta, Jelasberita.com | Pelaksana Tugas Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi Sapto Pribowo mengajukan pengunduran diri terhitung sejak Desember 2015. Ia mengatakan pengabdian pada lembaga ini selama 10 tahun dirasa sudah cukup baginya.

“Saya ingin mengabdi ditempat lain, sudah cukup 10 tahun di KPK,” kata Johan ketika diwawancarai media.




Memang Pada Juli 2011, Johan juga sempat menyatakan mundur dari jabatannya sebagai juru bicara saat itu. Tepatnya, saat ia dituding melanggar kode etik oleh Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin karena diduga ikut dalam pertemuan di Hotel Formula One Cikini bersama Direktur Penyidikan Ade Raharja. Padahal saat itu KPK sedang menangani kasus korupsi pembangunan Wisma Atlet.

Tapi semua itu dibantah oleh Johan. Ia mengatakan alasan pengunduran dirinya karena ingin fokus menjalani proses seleksi calon pimpinan KPK yang tengah diikutinya. Namun pengunduran diri itu ditolek oleh pimpinan KPK saat itu, Abraham Samad.

Namun pengunduran diri Johan di bulan Desember ini kini benar-benar terjadi. Banyak yang menyesalkan atas keputusan Johan mengundurkan diri dari KPK, walaupun ia beralasan ingin mengabdi ditempat lain.

Mantan Penasihat KPK, Abdullah Hehamahua menyayangkan Johan mengundurkan diri dari KPK. Abdullah menduga, Johan mengalami tekanan psikologis. Johan yang sebelumnya Plt Pimpinan KPK akan sulit kembali ke jabatan sebelumnya sebagai deputi pencegahan atau kepala biro humas.




Menurut Abdullah, jabatan Kepala Biro Humas adalah Eselon II. Sedangkan posisi Deputi Pencegahan sudah diduduki Pahala Nainggolan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.