Tarakan Kaltara Diguncang Gempa

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





foto : liputan6.com
foto : liputan6.com

Gempa bumi berkekuatan 6,1 skala Richter yang mengguncang Kota Tarakan, Kalimantan Utara, menjatuhkan 10 orang luka dan merusak 10 bangunan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Utara, Hariyanto menyatakan seluruh korban luka sudah mendapatkan perawatan di puskesmas terdekat. Tapi sampai sekarang, ia belum menerima laporan adanya korban jiwa.

Hariyanto mengatakan BPBD Provinsi Kalimantan Utara sudah menugaskan tim reaksi cepat tanggap yang dikhususkan di Kabupaten Tana Tidung. Sedangkan di Kota Tarakan sudah tertangani oleh BPBD setempat.




“Yang paling penting sekarang tugas kami memberikan rasa aman kepada seluruh warga,” ungkapnya.

Di Kabupaten Tana Tidung, gempa terasa di Desa Lia, Kecamatan Tanah Merah. guncangan yang terjadi sebanyak dua kali itu sempat membuat warga menjadi panik.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa yang terjadi pada pukul 02.47 Wita tersebut ada di posisi 3,61 lintang utara dan 117,67 bujur timur. Pusat titik gempa diperkirakan berada di kedalaman 10 kilometer, sekitar 29 kilometer timur laut jauhnya dari pusat kota Tarakan namun masih dalam wilayah Tarakan, Kalimantan Utara.

Gempa susulan terjadi lagi pada pukul 02.30 WIB di Tarakan. Kali ini di arah 27 kilometer Timur Laut. Posisi koordinat pusat gempa ada di 3,48 lintang utara, 117,78 bujur timur. Kekuatan gempa sekitar 4,5 skala Richter di kedalaman 10 kilometer.




Daryono, Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG menjelaskan bahwa gempa bumi yang terjadi di Tarakan merupakan aktivitas gempa bumi kerak dangkal (shallow crustal earthquake) jenis intraplate dengan hiposenter dangkal. Gampa itu terjadi karena sesar yang aktif, mengakibatkan sangat relevan jika hasil analisis mekanisme sumber gempa bumi ini merupakan patahan mendatar (strike-slip fault).

“Kondisi tektonik di bagian timur Pulau Kalimantan memang cukup kompleks, sehingga zona ini memang merupakan kawasan paling rawan gempa bumi di Pulau Kalimantan,” ujar Daryono di Jakarta, Senin, 21 Desember 2015.

Leave a Reply

Your email address will not be published.