Setahun Memimpin, Utang Jokowi-Jk Dua Kali Utang Pak Harto

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




republika.co.id




republika.co.id

Jakarta, Jelasberita.com | Meski rakyat dan industri sudah dikenakan pajak yang mencekik, utang pemerintah malah semakin bertambah. Bank Dunia juga telah memaparkan bahwa target pajak yang tidak tercapai telah memperlebar defisit fiskal menjadi 2,5% dari PDB pada Oktober 2015. Bahkan defisit fiskal ini semakin melebar pada November 2015 dan trend terakhir defisit dapat menjadi 3% untuk pemerintahan (pusat dan daerah).

Parahnya, untuk mengatasi hal tersebut pemerintah menggenjot utang yang gila-gilaan. Ini terlihat dari data Bank Dunia yang menyebutkan utang pemerintah berdenominasi valuta asing meningkat 80% dalam tahun ini.

Dari data Bank Dunia, disebutkan bahwa per 2 Desember 2015 , pemerintah telah menerima Rp 510,4 triliun dari penerbitan sekuritas dan 3,89 miliar dolar AS atau sekitar Rp 53 triliun dari pinjaman resmi luar negeri. Dengan demikian, utang pemerintah bertambah Rp 563 triliun.

Dari data ini menunjukkan bahwa utang yang diterima Pemerintahan Jokowi-JK dalam setahun lebih besar dari pemerintahan SBY selama 10 tahun. Selama 10 tahun, SBY telah menerbitkan SBN (Surat Berharga Negara) red hanya senilai Rp 496,3 triliun.




Bahkan pada tahun 1997, mantan Presiden Soeharto hanya mewariskan utang pemerintah senilai 53,8 miliar dolar AS. Selain mewariskan utang tak begitu besar, mantan presiden kedua tersebut memiliki prestasi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Dari semua data tersebut dan jika dikalikan dengan kurs pada tahun 1997, utang pemerintah Pak Harto hanya sebesar Rp 261,2 triliun. Jadi, bila dibandingkan dengan utang pemerintah selama setahun masa jabatan mereka jumlahnya 2x lipat dari utang pemerintah di era Pak Harto.

Leave a Reply

Your email address will not be published.