Ojek Online Cs Mengganggu Bisnis lain

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





grabike
grabike

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan adanya provider ojek online bisa membuat transportasi lain menjadi sulit bersaing, terutama dalam hal pemungutan tarif. Bahkan, bisnis transportasi yang selama ini sudah berjaya dan malang melintang akan terancam gulung tikar.

Ketua KPPU, Muhammad Syarkawi Rauf mengakui adanya persaingan tarif bisa berdampak positif pada jumlah ongkos yang kompetitif, serta upaya peningkatan pelayanan transportasi menjadi lebih baik. Namun di sisi lain malah menjadi ancaman bagi moda transportasi umum lainnya.




Syarkawi membandingkannya dengan perusahaan transportasi taksi. Menurutnya, operator taksi ini harus menanggung banyak biaya seperti biaya pemeliharaan armada, serta beban bunga bank untuk digunakan membeli armada yang baru, dan akhirnya akan dibebankan ke konsumen. Sementara di ojek online hal ini tidak ada.

Selain rendahnya biaya untuk perawatan dan operasi, provider ojek online juga memberikan tarif sebagai ongkos yang dibayar konsumen sangat murah dengan promo besar – besaran.

“Selama ┬áini ada dua operator taksi yang berjaya dan menguasai pasar. Selama ini seolah tak ada yang menjadi penghalang mereka, namun ketika Go-Jek dan lainnya mulai hadir, akhirnya mereka merasa terganggu. Apalagi taksi sekarang juga ada yang online,” tutupnya.

##Sudah Bersaing Tarif, Masih Ilegal Pula




KPPU mengusulkan agar pemerintah segera melakukan pelegalan atas keberadaan ojek online. Pelegalan ini dengan merevisi Undang-Undang (UU) No. 22/2009 mengenai Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta Peraturan Pemerintah (PP) No. 74/2014 mengenai Angkutan Jalan.

Syarkawi berharap revisi terhadap UU tersebut dapat segera dilakukan sebab bisnis transportasi semakin berkembang sementara UU yang melindungi dan mengatur masih ketinggalan.

Menurut Syarkawi lagi, jika hanya berdasarkan regulasi transportasi semata, pelarangan ojek online malah tak memiliki dasar dan terlambat. Hal ini disebabkan, selama ini ojek dan angkutan lainnya sudah ada sejak dulu bahkan sejak tahun 70an. Malah dengan adanya ojek online membuat dari sebelumnya dalam kondisi informal dan tak teratur, kini tertib dan punya payung hukum dalam satu perusahaan yang mengatur.

Syarkawi menyatakan, terkait legalitas untuk ojek online, dirinya akan segera melakukan pembahasan masalah tersebut bersama Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.