Darurat, Indonesia Jadi Target Perang ‘Proxy’ Dari Pihak Asing

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





foto: CNN Indonesia
foto: CNN Indonesia

Jakarta, Jelasberita.com|Indonesia saat ini tengah dilanda Isu penyerangan dari berbagai pihak. mulai dari Isu penyerangan teroris, hingga berbagai rongrongan dari negara-negara asing. Kemerdekaan indonesia bukan menjadi sebuah jaminan dari piha-pihak yang ingin mengambil alih Negeri ini. Banyak kalangan yang menganggap bahwa Indonesia saat ini berada pada kondisi Darurat ancaman perang ‘proxy’.

 




Dinamakan perang ‘proxy’ karena kondisi perang yang akan dialami adalah perang tanpa terlibat secara langsung, melainkan diambil dari kata ‘proxy’ yang berarti perwakilan atau kaki tangan. Konflik yang berlangsung tidak secara langsung dengan menggunakan senjata atau penyerangan langsung. Menurut Pengamat militer dari Universitas Pertahanan Yono Reksodiprojo, perang proxy ini akan terjadi dengan adanya pihak ketiga untuk menyerang teritorial lawannya, seperti diberitakan oleh CNN Indonesia pada Minggu (20/12)

 

Hal ini juga turut disampaikan oleh Panglima TNI, Jendral TNI Gatot Nurmantyo yang mengatakan bahwa Negara Indonesia akan jadi perebutan berbagai Negara-Negara di masa depan, pasalnya Indonesia memiliki berbagai Sumber daya dan kekuasaan Energi yang dibutuhkan pihak-pihak asing.

 




Lebih lanjut Gatot mengatakan bahwa nantinya konflik dunia akan mengacu kepada perebutan dan pengusaan sumber pangan, air bersih, dan energi. Semua hal-hal itu dimiliki oleh negara-negara yang berada di daerah khatulistiwa seperti Afrika Tengah, Amerika Latin, dan Indonesia, yang memiliki tingkat kesuburan sepanjang tahun.

 

Gatot juga menambahkan bahwa perang ‘proxy’ ini sebenarnya sudah dilancarkan pihak asing. Seperti dengan menguasai media, menciptakan adu domba antara TNI dan Polri, perubahan budaya, perpecahan didalam tubuh partai, rekayasa sosial, serta penyelendupan narkoba yang semakin marak.

Sebenarnya, hal mengenai perang secara ‘diam-diam’ ini telah di prediksi jauh hari oleh presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno. Soekarno mengatakan bahwa nantinya Indonesia akan diburu oleh dunia terkait Sumber Daya Alam.

 

Itulah mengapa Presiden Pertama Republik Indonesia tersebut memilih jalur Non-blok, yang merupakan strategi Indonesia untuk mampu berdiri sendiri, tanpa ada pengaruh dari Negara asing.

 

Hal itu dikatakan Soekarno, karena mengingat bahwa perang seperti ini telah dipraktikan para penjajah di Indonesia sebelum merdeka, Seperti Belanda dan Jepang. Saat itu Belanda menggunakan Tentara Kerajaan Hindia Belanda sebagai pihak ketiga untuk mengadu domba.

Leave a Reply

Your email address will not be published.