Sumut Provinsi Pendidikan Inklusif Kedelapan di Indonesia

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Deklarasi. Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Sumarna Supranata bersama pejabat teras Provinsi Sumatera Utara memukul gondang Sembilan tanda deklarasi Sumut sebagai Provinsi Pendidikan Inklusif. Sebanyak 1000 hadir dalam acara Sumut sebagai Provinsi Pendidikan Inklusif di Asrama Haji, Medan, Rabu (16/12). Foto Oleh Dedy Hutajulu
Deklarasi. Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Sumarna Supranata bersama pejabat teras Provinsi Sumatera Utara memukul gondang Sembilan tanda deklarasi Sumut sebagai Provinsi Pendidikan Inklusif. Sebanyak 1000 hadir dalam acara Sumut sebagai Provinsi Pendidikan Inklusif di Asrama Haji, Medan, Rabu (16/12). Foto Oleh Dedy Hutajulu

Medan, Jelasberita.com

Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Sumarna Supranata secara resmi mendeklarasikan Sumatera Utara sebagai provinsi pendidikan inklusif kedelapan di Indonesia. “Saya bangga dan sangat mengapresiasi keputusan Sumut menyusul 7 propinsi lainnya. Ini sangat sesuai dengan tujuan pendidikan kita untuk membangun insan dan ekosistem pendidikan dan kebudayaan yang berkarakter dengan semangat gotong-royong. Semoga semua sekolah di Sumut nantinya siap menerima ABK,” ucapnya dalam Deklarasi Sumatera Utara Sebagai Provinsi Penyelenggara Pendidikan Inklusif di Asrama Haji, Medan, Rabu (16/12).




 

Sebagai bentuk apresasi, Kemendikbud menyerahkan piagam penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprosvu) atas kesiapannya menjadi provisi penyelenggara pendidikan inklusif. Penghargaan juga diberikan kepada pihak-pihak yang memiliki perhatian terhadap pendidikan inklusif. Terutama kepada USAID PRIORITAS yang sudah mendukung proses penyelenggaraan pendidikan di Sumut, bukan hanya pendidikan inklusif tetapi untuk pendidikan di Sumut secara keseluruhan. “Atas nama pak menteri dan saya pribadi memberikan apresiasi kepada pejabat di tingkat propinsi dan daerah juga semua kalangan yang mendukung Sumut bisa menjadi penyelenggara pendidikan inklusif,” lanjutnya.

Cendramata. Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Sumarna Supranata menyerahkan cenderamata kepada Koordiantor Provinsi USAID PRIORITAS Sumatera Utara Agus Marwan Marwan atas dukungannya kepada Pemprovsu untuk mendeklarasikan Sumut sebagai Provinsi Pendidikan Inklusif. Sebanyak 1000 hadir dalam acara Sumut sebagai Provinsi Pendidikan Inklusif di Asrama Haji, Medan, Rabu (16/12).  Foto oleh Dedy Hutajulu
Cendramata. Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Sumarna Supranata menyerahkan cenderamata kepada Koordiantor Provinsi USAID PRIORITAS Sumatera Utara Agus Marwan Marwan atas dukungannya kepada Pemprovsu untuk mendeklarasikan Sumut sebagai Provinsi Pendidikan Inklusif. Sebanyak 1000 hadir dalam acara Sumut sebagai Provinsi Pendidikan Inklusif di Asrama Haji, Medan, Rabu (16/12).
Foto oleh Dedy Hutajulu

Kadis Pendidikan Provinsi Sumatera Utara (Kadisdiksu) Drs. Masri, M.Si mengatakan sebanyak 633 sekolah telah menyatakan siap untuk menyelenggarakan pendidikan inklusif. Sekolah yang tersebar di kabupaten/kota di Sumut  ini, siap menerima anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) untuk bersekolah di sekolah reguler. “Ini merupakan bentuk kerja sama masyarakat dan pemerintah untuk membangun kepedulian kepada ABK,” kata Masri.

 




Sedangkan Koordiantor Provinsi USAID PRIORITAS Sumatera Utara Agus Marwan mengatakan, pendidikan inklusif merupakan bentuk keadilan bagi ABK. Lewat layanan pendidikan inklusif, maka akan lebih banyak ABK yang bisa sekolah. “Kami bahagia dan senang bisa bersama-sama Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara mengulirkan layanan pendidikan inklusif ini. Ini langkah besar bagi Sumatera Utara. Kami optimis Sumut akan tumbuh lebih baik lagi,” tambahnya.

 

Pendidikan inklusif adalah layanan pendidikan yang memberikan kesempatan yang sama antara ABK dan anak normal lainnya. ABK dapat diterima dan belajar di sekolah umum. Sejak September 2015, Pemprovsu bersama USAID PRIORITAS dan Komunitas Turun Tangan telah gencar mempromosikan pendidikan inklusif. Kemitraan ini merupakan bagian dari wujud visi Kemendikbud untuk menjadikan pendidikan sebagai gerakan alam semesta. (Dewa)

Penghargaan. Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Sumarna Supranata menyerahkan piagam penghargaan kepada Asisten Gubernur Sumatera Utrara Bidang Kesejahteraan Sosial Zulkarnain dan Kadis Pendidikan Provsu Drs. Masri, M.Si. Sebanyak 1000 hadir dalam acara Sumut sebagai Provinsi Pendidikan Inklusif di Asrama Haji, Medan, Rabu (16/12).  Foto oleh Dedy Hutajulu
Penghargaan. Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Sumarna Supranata menyerahkan piagam penghargaan kepada Asisten Gubernur Sumatera Utrara Bidang Kesejahteraan Sosial Zulkarnain dan Kadis Pendidikan Provsu Drs. Masri, M.Si. Sebanyak 1000 hadir dalam acara Sumut sebagai Provinsi Pendidikan Inklusif di Asrama Haji, Medan, Rabu (16/12).
Foto oleh Dedy Hutajulu

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.