Tidak Hanya Orang Dewasa, Anak-Anak Akan Punya KTP Di Tahun 2016

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  






ilustrasi kartu identitas anak (aritunsa.com)

Jakarta, Jelasberita.com| mulai tahun 2016, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berniat untuk menerbitkan Kartu Identitas Anak (KIA). Kartu ini rencananya akan diberikan kepada bayi yang baru lahir, hingga ia usia remaja (17 tahun).

 




Kartu identitas ini nantinya diharapkan akan mempermudah berbagai keperluan administrasi. Seperti contohnya mengenai pemeriksaan kesehatan maupun pembuatan rekening bank, ungkap Zudan Arif Fakrulloh selaku Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, seperti dikutip Kompas.com, selasa (10/11)

 

Zudan mengatakan bahwa KIA ini juga dapat menjadikan anak-anak lebih mandiri dalam mengurus berbagai kebutuhan administrasi nya nanti. “masa anak usia SMP mau ke puskesmas buat tambal gigi harus ditemani orang tua,?” ucap Zudan.

 




Zudan juga mengatakan bahwa Kartu Identitas Anak ini dapat melengkapi segala macam kekurangan yang ada di akta kelahiran seorang anak. Zudan menggangap bahwa alamat sang anak tidak di cantumkan pada akta

 

Lebih lanjut Zudan mengatakan bahwa keunggulan lain dari kartu tersebut adalah, bisa digunakan untuk berbagai persyaratan saat melakukan pendaftaran Sekolah di suatu Kabupaten atau Kota, juga untuk mengurus pelayanan di Puskesmas atau Rumah Sakit, hingga untuk transaksi keuangan. Karena telah bekerja sama dengan berbagai bank dan PT.Pos Indonesia.

 

Nantinya, akan ada 50 Pemerintah Kabupaten atau Kota yang akan memberlakukan program Kartu Identitas Anak ini pada tahun 2016. Kemudian, di tahun berikutnya, Pemerintah pusat menargetkan program ini bisa tersebar di seluruh daerah lain di Indonesia. Pada tahap pertama KTP anak akan diberlakukan di wilayah Yogyakarta, Solo, Bantul, Malang dan Balikpapan. “Jadi nanti mulai Januari 2016 pemerintah pusat akan menstandarkan KTP anak se-Indonesia,” kata Zudan.

 

Harga per lembar dari Kartu Identitas anak ini ditaksir sebesar Rp.1.400. “Ini dirasa Pemerintah cukup murah mengingat belum ditanamkan chip di dalam kartu tersebut, pemerintah ingin melakukan ini secara bertahap. Sehingga untuk sementara kartu ini cukup seperti KTP saja, sebelum versi elektroniknya beredar” tutur Zudan. Kemendagri sendiri menargetkan biaya sebesar Rp.8,79 Miliar, untuk mencanangkan program ini di 2016 nanti.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.