Ingatkan Untuk Tidak Mabuk, Seorang Kakek Malah Ditantang Duel Senjata Tajam

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





foto: Jenazah Ismail saat hendak dibawa ke Rumah sakit (tribun palembang)
foto: Jenazah Ismail saat hendak dibawa ke Rumah sakit (tribun palembang)

Palembang, Jelasberita.com | Sungguh tragis nasib seorang kakek berusia 64 tahun bernama Ismail alias Mail, warga Jalan Kadir TKR Lorong Budiman RT 27 Kelurahan 36 Ilir Kecamatan Gandus Palembang, yang harus meregang nyawa akibat terkena 22 luka tusukan di sekujur badan nya. Seperti dikutip dari Tribun Palembang, diduga kejadian ini bermula ketika Mail hendak menasehati sekelompok orang yang tengah mabuk.

 




Peristiwa terjadi di depan terminal Tangga Buntung, Jalan PSI Lautan Kelurahan 36 Ilir Kecamatan Gandus, Palembang, pada hari Jumat (18/12), sekitar pukul 5 Sore.

 

Kejadian berawal dari korban yang berusaha menegur tersangka untuk tidak mabuk-mabukan. Tersinggung dengan perkataan sang kakek, tersangka langsung emosi, dan keributan pun tak bisa di hindari.

 




Tersangka yang bernama Rusmin alias Min Kucay (49) mengajak duel korban. Menurut informasi, korban tewas kondisi sudah bersimbah darah, dan sempat dilarikan ke RS AK Gani, Palembang. Namun nyawa nya tak sempat tertolong, korban akhirnya menghembuskan nafas terakhir saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.

 

Sementara tersangka Kucay, juga mendapat perawatan internsif di IGD RSI Siti Khadijah, akibat juga mengalami luka tusuk di perut dan jari, akibat duel dengan sang kakek.

 

Mendengar kejadian ini, aparat Polsek Gandus langsung meluncur ke TKP dan segera melakuakan pengejaran terhadap pelaku.

Dan sekitar satu jam kemudian, akhirnya Polisi berhasil menemukan pelaku di RS Siti Khadijah yang tengah menjalani perawatan medis, yang sebelumnya sempat berada di Praktek dokter umum sekitar TKP.

 

Ditemui di RS Siti Khadjiah, Kapolsekta Gandus Palembang, AKP Agung adhitya mengatakan bahwa berdasarkan keterangan para saksi, awal mula keributan diduga akibat salah paham antara kedua belah pihak, “pelaku  diduga tidak terima dengan pernyataan korban, dan langsung mengajak korban berduel,” tutur Agung.

 

Dan di lokasi kejadian anggota nya menemukan sebilah pisau tajam yang dijadikan barang bukti. “kita belum tahu pasti ini milik siapa, secepatnya akan kita selidiki lebih lanjut, kita masih menunggu pelaku pulih untuk dimintai keterangan” tegas Agung.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.