Cecep: Sosok Guru Di Garut Yang Sukses Main Di Film Star Wars

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





foto: CNN Indonesia
foto: CNN Indonesia

Jakarta, Jelasberita.com| demam ‘Star Wars’ tengah melanda seluruh dunia, khususnya di Indonesia, karena ada 3 wakil Indonesia yang turut bermain dalam film tersebut, selain Iko Uwais dan Yayan Ruhian, ada pula Cecep Arif Rahman.

 




Awalnya, tak banyak yang tau siapa sebenarnya Cecep Arif Rahman. Namun, saat Cecep bermain dalam sebuah film The Raid 2: Berandal, orang-orang pun banyak yang mengenal dan mengagumi keahlian bela diri nya bersama Iko dan Yayan. Memang, sebelum terkenal seperti sekarang, Cecep merupakan seorang guru Silat. Hingga kini, Cecep beserta Yayan dan Iko turut bermain dalam Film Star Wars: Awakens, serta menjadi koreografer film arahan JJ. Abrams tersebut.

 

Semenjak karirnya semakin menanjak, Cecep sendiri merasa bahwa tidak ada yang berubah pada kehidupannya. Pria asal Garut ini tetap mengajar Silat untuk anak-anak di kampung halamannya tersebut, serta menjadi guru. Cecep mengajar di sebuah Sekolah Menengah Pertama di garut mengajarkan mata pelajaran umum. Cecep mengatakan bahwa awalnya dirinya mengajar di Sekolah Dasar, Namun kesibukan Syuting menyita waktunya.

 




Seperti dilansir dari kantor berita CNN Indonesia, Cecep bercerita bahwa ketika dia mengajar di Sekolah Dasar, dirinya sempat mengalami kesusahan mengatur waktu akibat syuting, karena di SD dirinya mengajar setiap hari. “saya takut makan gaji buta, karena itu saya pindah ke SMP”. Tutur Cecep. Cecep juga menambahkan bahwa murid-muridnya sudah mengetahui bahwa dirinya kerap menjadi penjahat di film. Murid-murid saya justru mengaggumi peran dan karakter saya, tambah Cecep Sambil tersenyum.

 

Meski sekarang karir perfilman Cecep sudah merambah ke dunia Internasional, dirinya mengaku tak ingin melepas statusnya sebagai guru dan PNS. Tujuannya, agar dirinya tak lupa diri, dan tetap rendah hati. Menjadi PNS sendiri sudah merupakan cita-cita Cecep dan orang tua nya sejak dulu.

 

“dari mengajar (guru), ada keringat dan keinginan orang tua saya. Itu warisan mereka” ungkap Cecep.

 

Kerendahan hati seorang Cecep, membuat dirinya tetap merasa setara dengan orang-orang lain. Semua orang di kampung halaman nya melihat dia biasa saja. Hanya beberapa anak muda yang melek internet yang sedikit heboh.

 

Cecep juga bercerita sedikit tentang beberapa kejadian lucu yang dialaminya. Dia mengatakan bahwa orang-orang sempat salah mengira dirinya. “Mereka justru menganggap saya adalah kang Yayan.”

 

“orang banyak meminta foto, dikira saya kang yayan. Yaudah saya ikutin aja pura-pura jadi kang yayan haha.” Ujar Cecep Sambil tertawa.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.