Yafi, Manusia Raksasa Asal Malang Yang Mahir Berbahasa Inggris.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





foto: merdeka.com
foto: merdeka.com

Malang, Jelasberita.com| Yafi Wijayanto, Remaja 16 tahun warga Dusun Bengkaras RT 14/RW 05, Desa Madiredo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, ini memiliki tinggi tubuh diatas teman-teman sebayanya. Tinggi yafi mencapai 2 meter lebih.

 




seperti dilansir dari laman Merdeka.com, penyakit ‘Gigantisme’ yang dideritanya ini terjadi setelah Yafi melakukan proses Khitan jelang naik Kelas VI SD. Naik ke tingkat SMP, tubuh Yafi semakin bertambah tinggi dan membesar, hal ini terjadi terus seiring pertambahan usia nya.

 

Selain mengalami pertumbuhan berlebih ini, Yafi juga sering merasakan Sakit kepala yang hebat serta penghilatan matanya yang semakin lama semakin kabur.

 




Menurut Rahmad, Ayah yafi, ketika Yafi sedang mengalami pusing yang luar biasa, dia suka membenturkan kepalanya sendiri ke tembok. “Matanya juga semakin kabur, sehingga sekolahnya terganggu.” kata Rahmad.

foto: merdeka.com
foto: merdeka.com

 

Gigantisme merupakan kondisi dimana hormon pertumbuhan diproduksi secara berlebihan. Untuk kasus langka seperti ini sendiri, butuh pengobatan yang cukup mahal dan tidak bisa dilakukan tindakan medis di Indonesia.

 

Yafi telah melakukan berbagai pengobatan sejak Tahun 2013. Diawali dari puskesmas Pujon, yang selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA)

 

Sekitar 5 bulan, Yafi harus cuti sekolah akibat aktifitas berobatnya yang tidak bisa ditinggal. Selama 2,5 bulan Yafi harus menjalani rawat inap yang ditangani oleh Dokter Hariyoedi dari RSSA. Dokter telah berhasil mengambil jaringan lewat hidung yang membuat pusing kepalanya menjadi hilang.

 

 

Kemudian, RSSA menyarankan Yafi untuk menjalani perawatan selama setahun di Melbourne, Australia , dengan dibiayai Yayasan Children First Australia. Yafi mengatakan bahwa sekarang dia tidak pernah merasakan pusing dan tidak kabur lagi. “Dua kali operasi pengambilan hormon, dan dua kali operasi di Australia,” ungkap Yafi.

 

Menurut Michele Lyons selaku perwakilan Yayasan Children First Australia, kasus gigantisme seperti yafi ini baru pertama kali ditangani oleh lembaga tersebut.

foto: merdeka.com
foto: merdeka.com

Michele juga menambahkan bahwa Yafi belum sepenuhnya pulih, butuh waktu bertahun-tahun untuk kembali normal.

 

Selain menjalani perawatan selama setahun di Melbourne dengan didampingi Michele, Yafi juga mempelajari bahasa inggris. Hingga kini Yafi telah mahir menggunakan bahasa inggris, bahkan Yafi dan Michele saling bersenda gurau saat ditemui dikediaman nya pada Selasa lalu. Yafi sendiri mengatakan bahwa dia ingin kembali bersekolah dan bertemu teman-temannya kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published.