Ini 5 Nama Usulan Calon Pimpinan KPK. Bermasalah Tidak?

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





foto : beritasatu.com
foto : beritasatu.com

Partai Golkar sudah menentukan orang – orang pilihannya untuk menjadi Calon Pimpinan (Capim) KPK. Nama pertama yang disebut adalah Capim Johan Budi SP.

“Kita ingin memilih orang dalam KPK dengan satu nama, Johan Budi,” ucap Sekretaris Fraksi Golkar DPR, Bambang Soesatyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/12).




Alasan nama Johan Budi menjadi salah satu nama pilihan Golkar karena Partai berwarna dominan kuning ini melihat kemampuan Johan saat di KPK. Nama Johan juga telah mengesampingkan Nama Busyro, karena lebih memilih Johan untuk dicalonkan.

“Semoga saja pencalonan ini didukung oleh teman-teman (fraksi) yang lain,” ucap Bambang.

Golkar tak mempermasalahkan terhadap sikap Johan yang pernah tak mendukung Revisi UU KPK. Namun ada nama lain selain nama Johan, ada pula Saut Situmorang yang berasal dari Badan Intelijen Negara (BIN) juga menjadi pilihan Golkar.

Bambang juga mengajukan dua nama lain yaitu Alexander Marwata mantan Hakim Tipikor, dan Agus Rahardjo yang memiliki kemampuan yang juga patut dipertimbangkan menjadi capim KPK.




ada pula nama lain yang menjadi pertimbangan selanjutnya yaitu Basaria Panjaitan dari Kepolisian yang menjadi salah satu pilihan Golkar.

Sedangkan Wakil Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) di DPR, Viva Yoga Mauladi, mengatakan pada Jumat (18/12) malam bahwa siapapun pimpinan terpilih KPK nanti tidak boleh kompromi dalam menangani perkara korupsi. Priarotaskan upaya penindakan dengan cara menuntaskan perkara-perkara besar yang belum juga selesai seperti kasus yang terkenal bertahun – tahun yaitu Bank Century dan BLBI.

“Prinsipnya, kasus – kasus besar yang belum juga selesai secara hukum harus tetap dilanjutkan, apapun nanti keputusan hukumnya. Hal ini dimaksud agar jangan membebebani generasi bangsa ke depan dan menjadi pengganggu dalam pembangunan,” ujar Viva.

Viva menyebut pimpinan KPK yang baru harus mampu berkoordinasi dengan jajaran struktural dan seluruh pegawai KPK guna mengetahui kondisi dan sistem prosedur penanganan perkara di KPK.

Viva mengingatkan pimpinan pimpinan baru KPK yang terpilih nanti di antara Agus Rahardjo, Alexander Marwata, Basaria Panjaitan, Saut Situmorang dan Laode Syarif agar tetap berlaku independen.

Leave a Reply

Your email address will not be published.