Sergei Siap Terapkan Pendidikan Inklusif

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Rindu Panjaitan

Medan, Jelasberita.com
Sebagai tindak lanjut dari dideklarasikannya Sumatera Utara, provinsi pendidikan iklusif, Pj. Bupati Sergai Ir. H. Alwin MSi mengatakan, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergei) siap menerapkan pendidikan inklusif di sekolah-sekolah. “Kami siap siap menerapkan program tersebut, karena memang tidak boleh ada perbedaan dalam sistem pendidikan. Artinya siapa saja berhak mengenyam pendidikan tanpa ada diskriminasi,” kata Alwin saat dikonfirmasi, Kamis (17/12).




Ia menambahkan, penyelenggaraan pendidikan inklusif sesuai amanah UU no 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional serta Permendiknas Nomor 70 Tahun 2009 tentang pendidikan inklusif bagi peserta didik yang menyaratkan, Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) juga berhak mendapat pendidikan yang sama dengan anak normal. “Artinya lagi, semua orang berhak mengecam pendidikan. Semua anak sama di mata pemerintah. Jadi jangan ada pembeda-bedaan,” sambungnya.

Lebih jauh ia mengatakan, semua pihak, tanpa kecuali, harus bahu-membahu dalam memenuhi hak-hak pendidikan ABK secara adil dan seimbang sebagaimana diamanatkan Pasal 31 Ayat (1) UUD 1945 yang bunyinya.

Selain dukungan pemerintah, Anak berkebutuhan khusus juga membutuhkan guru-guru yang berpihak pada mereka. Keberpihakan itu bisa berupa perhatian, kesabaran dan ketekunan dalam menghadapi dan mendidik ABK. Besarnya perhatian guru telah menolong ABK dalam membangun rasa percaya diri mereka. Tanpa dukungan penuh guru ABK akan kesulitan berkembang.

Elisabeth Laoly (39) guru SLB B Karya Murni mengatakan, ABK punya potensi yang kalau dikembangkan mereka akan menjadi mutiara-mutiara bangsa. “Mereka itu tidak sulit untuk dididik dan dilatih. Karena itu, butuh kemauan guru untuk mendidik mereka secara sabar,” ujarnya.




Begitu juga dukungan dari orangtua. Orangtua punya peran besar membangun rasa percaya diri anak. “Tak bisa ditawar-tawar. Orangtuanya harus senantiasa mendukung dan memotivasinya ABK,” kata Nurasiah (52), seorang ibu yang anaknya tuna rungu.

Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara (Disdiksu) Erni Mulatsih mengatakan, Sumut kini menjadi provinsi kedelapan sebagai penyedia layanan pendidikan inklusif. Erni menyebut Disdiksu dan USAID PRIORITAS terus berkoordinasi untuk mendukung Sumut sebagai provinsi pendidikan inklusif.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud RI Dr. Sumarna Surapranata menegaskan setiap anak harus mendapat layanan pendikan, tanpa kecuali. Dan bukan hanya layanan pendidikan, tapi juga sarana dan prasarana. “Harus ada perhatian dan jalur khusus bagi ABK. Bahkan perlu disediakan mereka tempat yang khusus tapi tetap memasyarakat,” ujarnya.

Visi Mendikbud Anies Baswedan yakni membangun insan dan ekosistem pendidikan dan kebudayaan yang berkarakter secara bersama sama dan bergotong royong. (Dewa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.