Bali memanas! Pikir-Pikir Lagi Kalau Mau Liburan ke Bali

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  







foto : suasana mencekam usai bentrokan, Denpasar (Tribunnews.com)

Denpasar, Jelasberita.com| Seperti dikutip dari laman Tribunnews.com, warga Jalan Teuku Umar, Denpasar dikejutkan dengan bentrokan berdarah antar dua Ormas Bali yang diduga antaraLaskar Bali dan Baladika, yang mengakibatkan tiga korban meninggal dunia. Bentrokan pecah sekitar pukul 17.00 WITA, pada kamis (17/12), diduga kuat ini merupakan buntut dari pertikaian sebelumnya yang terjadi di Lembaga Permasyarakatan Kelas IIA kota Denpasar, atau Lapas Kerobokan.

 

Wakapolda Bali, Brigjen Polisi Nyoman Suryastra, saat meninjau lokasi kejadian, enggan berkomentar banyak. ‚ÄúSilakan tanya Kapolresta atau langsung Kapolda, ini bukan kapasitas saya untuk menerangkan,” tandas Suryastra. Hingga saat ini, pihak kepolisian sudah mengamankan sembilan orang pelaku, sedangkan yang lainnya masih dalam pengejaran.

 




Suryastra sendiri belum dapat memastikan apakah bentrokan ini melibatkan dua ormas yang tengah bertikai. Beliau mengatakan bahwa kejadian ini tengah di selidiki dan di proses oleh pihak Kepolisian. Namun, dari pantauan di lokasi dan menurut saksi mata, korban yang tewas tersebut memiliki tato bergambar trisula dalam lingkaran di lengannya dan bertuliskan Baladika Bali.

 

Di lain sisi, pihak dari Rumah Sakit mengatakan bahwa Korban Tewas akibat Bentrokan di jalan Teuku Umar berinisal DOR ,asal pekambingan. Dan untuk korban tewas lainnya dengan luka tusukan di dada belum dapat di identifikasi.

 

Sebelumnya, telah terjadi juga bentrokan di Lapas kerobokan yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia, satu orang meninggal di lokasi kejadian, dan lainnya meninggal setelah mendapat perawatan di RSUP Sanglah.

 

rentetan peristiwa bentrokan ini diawali dari tewasnya I Nyoman Widaya Budiarta (55) pemilik tempat hiburan malam Royal Palace di jalan Diponegoro Nomor 180 Kompleks Ruko Arta Kencana Luhur kapling 7-12 Denpasar, pada Rabu, 23 September yang lalu.

 

I Nyoman meninggal akibat terkena sejumlah luka tusuk di sekujur tubuhnya. Pihak Kepolisian Bali membenarkan bahwa pelaku pembunuhan I Nyoman merupakan anggota salah satu ormas di bali, terlibat dalam kasus bentrokan di Lapas Kerobokan pada Kamis (17/12) sekitar pukul 14.00 WITA. Awalnya bentrok terjadi antara pembesuk dan penghuni Lapas yang keduanya merupakan anggota dari Ormas yang berbeda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.