Ada Mushalla di Sekolah Katolik. Kok Bisa?

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





foto : hufingtonpost.com
foto : huffingtonpost.com

Para orangtua dari sejumlah siswa di sekolah swasta Katolik Brother Rice High School, Michigan, Amerika Serikat, melayangkan protes keras kepada pihak sekolah sebab membiarkan keberadaan tempat ibadah bagi siswa muslim di sekolah mereka.

Para orang tua tersebut menyampaikan protes melalui email dengan isi protes bahwa mereka berpendapat bahwa keberadaan tempat tersebut akan merusak pendidikan agama yang diterima oleh anak-anak mereka.




Kepala Sekolah, John Birney tidak langsung menanggapi ajuan protes tersebut. Dia justru mengatakan tempat ibadah tersebut akan terus ada dan dibuka bagi seluruh siswa yang ingin melaksanakan ibadah salat dan berdoa di sana.

Birney menyampaikan bahwa memberikan akomodasi bagi kebutuhan siswa non-Katolik adalah sejalan dengan paradigma pendidikan di sekolah tersebut. Hal ini juga sebagai cerminan bahwa karakter Katolik juga mengajarkan perdamaian.

“Apakah tempat salat adalah sesuatu yang terkompromi dengan keyakinan dan identitas agama kita, atau apakah ini sesuai dengan rasa penghormatan kita? Kami adalah Katolik dalam pengertian berbagi kabar baik. Kami bukan Katolik dalam pengertian ‘Hei, jika Kamu bukan Katolik, tak usah repot – repot untuk datang kemari’,” kata Birney.

Dia juga menjelaskan meski sekolah yang ada di bawah pengawasannya tersebut  adalah sekolah Katolik, namun terdapat beberapa siswa muslim yang menuntut ilmu di sana. Sedangkan sebanyak 650 lebih total siswa di sana sebagian besar malah tidak menjalankan ajaran agama Katolik.




“Saat ada pertanyaan yang muncul, ‘Apakah ada tempat untuk saya melaksanakan salat?’ jawabnya adalah tentu ada,” ungkap Birney kepada WXYZ.

“Kami menyediakan ruang suci yang sengaja ada untuk Anda jika Anda membutuhkannya,” ucap dia. Tidak satupun siswa menyatakan keberatan dengan adanya ruang salat tersebut.

Setiap pengunjung yang datang ke Brother Rice telah siap menerima kenyataan bahwa mereka hidup di dunia ini berdampingan dengan rukun baik ia sebagai Kristen, Muslim, atau apapun.

Namun ada pula orang tua murid yang tidak mempermasalahkan keberadaan tempat salat tersebut dan malah mengatakan hal ini adalah bentuk saling tolong menolong.

“Ini membantu setiap orang,” kata orang tua seorang murid, John Everly kepada Fox 2 News.

“Saya melihat para orangtua, mereka penuh rasa khawatir. Mereka hanya melihat pada sesuatu yang ada di luar sana, tapi mereka tidak mengerti bahwa justru lebih berbahaya jika memisahkan para siswa dan malah menganggap orang lain buruk,” lanjutnya.

Tak hanya Brother Rice lembaga pendidikan yang menyediakan tempat salat bagi siswa muslim. Bahkan beberapa tahun sebelumnya Sekolah Tinggi Katolik di Ontario, Kanada, juga telah membangun tempat salat untuk siswanya yang muslim.

Leave a Reply

Your email address will not be published.