Wilayah Minyak Libya, Target ISIS Selanjutnya

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





foto: lockerdome.com
foto: lockerdome.com

Jelasberita.com| Seorang Pejabat senior AS yang dirahasiakan namanya, mengutarakan bahwa Kelompok militan ISIS, saat ini telah berhasil menguasai 80 persen lapangan minyak dan gas di Suriah dan berencana mengambil alih aset minyak di sejumlah Negara di luar Suriah, seperti Libya. Hal ini disampaikannya ketika memeriksa berbagai hal tentang infrastruktur minya di sejumlah wilayah yang diduga rentan terhadap aksi militan, seperti semenanjung sinai di Mesir, dan Libya. “AS sedang memeriksa hal ini secara ketat” tambahnya.

 




Kepada para partawan, Pejabat tersebut mengungkapkan bahwa AS akan siap untuk menanggulangi setiap kemungkinan serangan yang akan terjadi. AS sendiri menduga bahwa ISIS menjual minyak senilai US$40 juta, atau sekitar Rp.561 Miliar per bulan. Peredaran perdagangan minyak tersebut diselundupkan menggunakan truk melintasi wilayah pertempuran Suriah maupun keluar Suriah.

 

 

Akhir-akhir ini AS telah menargetkan truk pembawa minyak bahan bakar, untuk memotong jalur perdagangan minyak yang dilakukan oleh Kelompok militan ISIS. dalam beberapa pekan terakhir, harga minyak dunia telah merosot tajam, lebih dari 50 persen semenjak mulai turun pada Juni tahun lalu.




 

“hal ini, bisa dijadikan senjata untuk memerangi ISIS, biaya operasional telah naik, namun penyelundupan minyak di sekitar wilayah terus menurun”, tambah Pejabat Senior AS tersebut. Hal ini justru bisa sangat menguntungkan bagi kita (AS) untuk memotong sumber utama pendapatan ISIS di Suriah, namun bisa juga berakhir dengan banyaknya berbagai Perusahaan minyak yang memberhentikan pekerja mereka.

 

Bila di seluruh dunia banyak perusahaan minyak dan gas yang memberhentikan pekerjanya, maka ISIS dengan mudah dapat memanfaatkan hal ini, dengan merekrut berbagai target di seluruh dunia. Karna, seperti diungkapkan Pejabat tersebut, bahwa ISIS menggunakan tenaga kerja asing untuk dijadikan pekerja minyak di wilayah yang dikendalikan ISIS.

 

Sementara itu, krisis penurunan harga minyak mentah dunia benar benar membuat para ‘pemain’ minyak dan gas diseluruh dunia menjadi cemas dan kalang kabut. Hal ini dikarenakan akibat dari penurunan harga ini, mereka mejadi lebih sedikit mendapatkan keuntungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.