Velove Vexia: Saya Sedih Dengan Putusan Hakim

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





foto: analisadaily.com
foto: analisadaily.com

Jakarta, Jelasberita.com| Artis cantik Velove Vexia mengaku sangat sedih atas putusan hakim di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, yang menjatuhkan hukuman kepada ayahnya Otto Cornelis Kaligis, alias OC kaligis terkait kasus suap hakim dan panitera PTUN Medan, Sumut. Sore tadi Hakim menjatuhi hukuman 5,5 tahun penjara, denda Rp.300 juta serta subsider 4 bulan kurungan kepada OC kaligis.

 




Velove mengaku, berapa tahun pun ayahnya dipenjara, tetap saja sedih nya sama, “apapun itu, aku tau ayah ku, aku yakin dia akan tetap tegar menjalani ini semua” terang Velove. Saat ditemui seusai sidang pada Kamis tadi sore tadi (17/12)

 

Velove juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak mengerti sama sekali tentang kasus yang menimpa ayahnya, serta bagaimana upaya hukum selanjutnya yang akan dilakukan. Velove menambahkan bahwa dia mempercayakan semuanya kepada orang-orang yang mengerti. Sementara itu saat Hakim menjatuhi putusan terhadap dirinya, OC kaligis langsung menyatakan banding. Dan tetap bersikeras bahwa dirinya tidak bersalah atas perkara suap ini.

 




OC kaligis mengatakan bahwa dirinya yakin akan mengajukan banding apapun konsekuensinya, dia mengatakan bahwa dalam hal ini dirinya sama dengan panitera dan hakim PTUN, tapi panitera dihukum 3 tahun tidak banding, sedangkan dirinya dijatuhi 5,5 tahun. “saya praktisi banyak membela hakim, untuk itu saya mengajukan banding” ucap kaligis.

 

Siang tadi, di pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta pusat, Majelis Hakim menyatakan bahwa OC kaligis bersama Moh. Yagari Bhastara Guntur , terbukti memberikan uang sebesar US$ 27 ribu dan 5 ribu dollar Singapura kepada 3 Hakim PTUN, yakni Syamsir Yusfan sebagai Panitera PTUN Medan, menerima suap sebesar US$ 2 ribu, Kemudian kepada Tripeni Irianto sebesar US$ 15 ribu dan 5 ribu Dollar Singapura, serta Amir Fauzi dan Dermawan Ginting yang masing-masing menerima US$ 5 ribu.

 

Hakim Ugo yang memimpin sidang tadi mengatakan bahwa terdakwa OC Kaligis terbukti memberikan uang kepada 3 hakim dan panitera PTUN. “terdakwa OC Kaligis memberikan uang tersebut secara langsung, dan melalui Yagari Bhaskara Guntur alias Gary, dengan sepengetahuan dan sepersetujuan terdakwa OC Kaligis,” ungkap Hakim Ugo.

 

Mengacu kepada Undang-undang, OC kaligis dijerat dengan pasal UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberentasan Tindak Pidana Korupsi Junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP junto pasal 65 ayat 1 KUHP.

 

Sebelumnya, Jaksa KPK menuntut OC Kaligis dengan hukuman 10 tahun penjara, dan dengan denda sebesar Rp. 500 juta, sedangkan panitera PTUN, Syamsir Yusfan sudah dijatuhi hukuman 3 tahun penajra karena terbukti menerima suap sebesar US$ 2 ribu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.