Ini Aturan Baru Daftar Kartu Prabayar di Indonesia

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





sim-card-story-top
foto : Sutterstock

Kartu prabayar siapa yang tidak kenal dengan benda ini, dengan chip sebesar tidak kurang dari 4 cm persegi ini menjadi solusi untuk berkomunikasi dalam beberapa dekade di abad 20 ini.

Kartu prabayar sangat mudah diperoleh mulai dari outlet – outlet ponsel kaki lima sampai Mall dan grapari operator seluler sendiri menyediakan simcard prabayar yang beragam dan murah.




Namun dengan kemudahan didapatnya beragam masalah juga muncul bersamaan dengan kemudahan yang didapat. Mulai dari penipuan, penculikan, terror dan berbagai tindak kriminalitas lainnya yang secara langsung maupun tidak langsung dirasakan masyarakat saat ini.

Untuk menangani merebaknya kriminalitas dan penyalahgunaan yang terjadi. Seperti yang kita ketahui bersama, pihak pemerintah menggalakkan kembali  program terdahulunya yakni program registrasi simcard prabayar. Program ini diberikan kepada para calon pelanggan (pengguna kartu prabayar). Dengan tajuk rencana, demi tercapainya penertiban administrasi, operator dan distributor pun diminta untuk melakukan sosialiasi kepada ritel outlet (RO) yang menjualkan simcard prabayar kepada konsumen.

Sosialiasi ini perlu dilakukan, sebab para penjual kartu prabayar diwajibkan untuk melakukan registrasi kepada calon pelanggan. Adapun para penjual simcard prabayar yang berhak melakukan registrasi adalah para penjual kartu prabayar yang telah  memiliki ID tercatat dalam data milik provider seluler.

Selengkapnya berikut ini kami sajikan beberapa mekanisme registrasi yang wajib dilakukan para penjual simcard prabayar sebagaimana yang dirangkum oleh team jelasberita.com. Simak di bawah ini:




  1. Registrasi pelanggan prabayar wajib dilakukan oleh para penjual kartu perdana yang telah memiliki identitas (ID). ID tersebut dikeluarkan oleh penyelenggara telekomunikasi.
  2. Sebelum melakukan registrasi dengan kode 4444, calon pelanggan wajib menunjukkan KTP/Paspor/SIM/Kartu Pelajar. Setelah itu, penjual dapat mengisi data berdasarkan identitas pelanggan.
  3. Apabila data pelanggan prabayar yang tercatat tidak sesuai dengan basis data (database) operator yang telah diverifikasi, operator/distributor berhak meminta klarifikasi kepada pihak ritel/outlet atau penjual.
  4. Apabila ditemukan ketidaksesuaian seperti hal di atas, pihak operator/distributor berhak mengenakan sanksi kepada pihak ritel/outlet atau penjual.

Leave a Reply

Your email address will not be published.