Terlantarkan Bayi di Rumah Sakit, Pasangan di Medan di Buru Polisi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





foto: polisi kantongi identitas NF dan RAF merdeka.com
foto: polisi kantongi identitas NF dan RAF merdeka.com

Medan, Jelasberita.com| dikutip dari laman merdeka.com. seorang Wanita muda menjadi buronan Polisi karena telah menelantarkan bayinya yang baru lahir. Cerita bermula Pada 16 November lalu, RS Sari Mutiara di jalan Kapten Muslim, Medan didatangi oleh laki-laki dan perempuan yang diduga sebagai Suami Istri berinisial NF dan FAR, beserta dua perempuan lainnya. NF yang tengah hamil tua, mengaku mules mules dan air ketubannya sudah pecah. Tutur Kapolsek Medan Helvetia, Ronnie Bonic, pada Rabu (16/12). Hingga saat ini NF telah menjadi Target operasi kepolisian kota Medan.

 




Selang beberapa hari setelah melahirkan, tepatnya pada 20 November 2015, Pihak Rumah Sakit mengizinkan NF untuk pulang, dan telah membayar biaya persalinan senilai Rp.7 juta. Tetapi, bayi dari NF masih harus dirawat lebih lanjut dirumah sakit karena masih dalam kondisi yang lemah.

 

Pada tanggal 23 November 2015, barulah pihak rumah sakit menyatakan kesehatan bayi perempuan tersebut dan diperbolehkan untuk pulang. Akan tetapi, NF dan FAR tidak dapat dihubungi lagi. Semua informasi yang diberikan kepada rumah sakit diduga palsu. “alamat rumah yang diberikan juga diduga palsu”, ungkp Ronni.

 




Di lain sisi, pihak rumah sakit Sari Mutiara masih terus berusaha mencari jejak NF maupun FAR. Pihak rumah sakit mendapat informasi bahwa perempuan muda tersebut bekerja di salah satu Spa di kawasan jalan Wahidin, Medan. dan sampai saat ini informasi yang didapat masih di selidiki oleh pihak kepolisian.

 

FAR sendiri, pemuda yang sempat diduga sebagai suami NF mengaku baru enam bulan mengenal NF, dan dia bukan suami dari NF. hal itu disampaikan oleh satpam rumah sakit yang sempat berbincang bincang singkat dengan FAR. Satpam tersebut mengaku bahwa, FAR sempat menceritakan bahwa biaya persalinan sebesar RP.7juta tersebut adalah pinjaman dari teman FAR.

 

diungkapkan Ronni, saat ini kepolisian sudah mengantongi identitas asli dari keduanya, dan masih terus memburu NF dan FAR. Lebih lanjut Ronni menambahkan, NF terjerat pasal Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan Anak, karena dinilai telah menelantarkan Anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published.