Pertamina Tak akan PHK karyawan terkait isu minyak dunia

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





foto: bisnis.news.viva.co.id
foto: bisnis.news.viva.co.id

Jakarta, Jelasberita.com| saat ini, kondisi migas global sedang mengalami kesulitan, harga minyak mentah dunia merosot tajam di bawah 40 dollar AS per barrel. Banyak pelaku bisnis minyak dan gas global melakukan aksi pengurangan karyawan atau PHK, dengan tujuan efisiensi. Namun PT. Pertamina (Persero) selaku perusahan minyak dan gas di indonesia, menegaskan bahwa tidak akan melakukan pengurangan karyawan.

 




Hal ini diungkapkan oleh, Direktur Utama PT. Pertamina (persero) Dwi Soetjipto pada sambutan Refining day 2015 di jakarta, pada hari selasa (15/12/2015) seperti dilansir situs Kompas.com.  “harga minyak terus menurun, saat ini di level terendah dua tahun”, ungkapnya. Penurunan ini di prediksi akan terus berlanjut, bila mengingat disaat persediaan minya global melimpah, namun permintaan justru menurun karna masih menimbang sentimen pasar.

 

Acara yang juga dihadiri oleh Ketua Komisi VII DPR RI Kardaya warkina, Direktur Jendral Migas kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja, Komisaris utama Pertamina Tanri Abeng, serta Edwin Hidayat Abdullah, Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata, Kementerian BUMN, juga membahas isu terkait bagaimana Pertamina menyikapi Isu pemangkasan karyawan bila krisis global ini terus berlanjut.

 




harga minyak mentah dunia yang terus melemah ini memang tidak terlalu dirasakan oleh Indonesia. Ini akibat pasca membaiknya kurs rupiah terhadap dollar. Saat ini justru AS yang kembali mengalami tekanan akibat isu terkait kenaikan suku bunga federal reserve.

 

Di lain pihak, Dwi Soetjipto mengatakan bahwa fasilitas pengolahan minyak mentah dan sejumlah kilang Pertamina masih belum memiliki standar yang sesuai dari segi komplektitas. hal ini membuat NOC Indonesia menjadi sangat kritis. Dwi mengaku harus mengambil tindakan lebih jauh dibandingankan para pemain migas dunia lainnya, untuk efisiensi.

 

Namun, Pertamina tetap tidak akan mengambil tindakan untuk memangkas karyawannya, karna Indonesia butuh membuka lapangan kerja. Akibatnya, sebagai solusi alternatif untuk mengatasi krisis global ini, Pertamina memperbanyak sinergi untuk mencapai efisiensi dan melakukan beberapa inovasi seperti RDMP, serta meningkatkan produksi migas nasional, dengan pembangunan kilang baru di berbagai daerah.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.