Klub Bola Indonesia Tuntut Kompetisi Resmi Pada Pemerintah

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





foto : bola.com
Kompetisi 8 Besar dimulai usai drawing. foto : bola.com

Pemerintah dan PSSI baru saja menerima tuntutan dari empat tim yang ikut berlaga dalam kompetisi Piala Jenderal Sudirman. Tuntutan merak yaitu agar pihak pemerintah dan PSSI membuat sebuah turnamen yang benar-benar dilakukan dan ditetapkan sebagai kompetisi pasti.

Pelatih tim Surabaya United menyampaikan bahwa  semua tim berharap bahwa Piala Jenderal Sudirman bisa menjadi batu loncatan. Karena seluruh tim membutuhkan kompetisi resmi.




Pelatih dari Pusamania Bornei FC, Kas Hartadi juga mengamini yang dikatakan oleh pelatih Surabaya United. Saat ini Indonesia memang sedang menjalani sanksi dari FIFA namun bukan berarti tidak ada harapan lain bahwa sanksi tersebut bisa dicabut dan Indonesia kembali mengadakan kompetisi resmi yang bisa diikuti oleh seluruh tim nasional.

Mereka juga menyampaikan bahwa setelah turnamen Piala Jenderal Sudirman maka baik pelatih maupun pemain akan kembali menjadi pengangguran. Mereka berharap bahwa sepak bola Indonesia dapat menjadi sebuah karir.

“Kompetisi panjang diharapkan digelar kembali dan bisa menjadi sarana peningkatan kualitas sepak bola Indonesia,” Ucap Mettu Duaramuri, asisten pelatih Persipura Jayapura..

Bagaimanapun dengan adanya laga panjang maka seluruh pemain mendapatkan kejelasan dalam berkarir sebagai pemain sepak bola dan dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi setiap pertandingan demi prestasi sepak bola Indonesia juga.




Pelatih Kiper Arema Cronus juga turut berbicara mengenai permintaan kompetisi panjang dari tim-tim lain. Ia mengatakan bahwa turnamen sifatnya hanya sementara dan sewaktu-waktu sedangkan kompetisi panjang berbeda. Dalam waktu yang panjang maka kemampuan tim dapat diukur dan mengalami pembinaan yang lebih mumpuni. Bagaimanapun juga kompetisi panjang akan menjadi sangat penting demi menjaga sepak bola Indonesia.

“Karena ada jenjang disitu ada pembinaan pemain muda. Kalo turnamen dan turnamen terus satu sisi kita butuh prestasi dan tidak jalan di tempat,” katanya.

Sementara itu FIFA sudah bertemu presiden Joko Widodo untuk membicarakan permasalahan sepak bola yang dihadapi oleh Indonesia pada awal November lalu.

Dalam pertemuan tersebut presiden Joko Widodo menyampaikan keinginannya untuk mereformasi sepak bola Indonesia dan rencana ini disambut positif oleh FIFA, dengan begitu sanksi FIFA pada Indonesia dapat saja dicabut pada awal Januari 2016 nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published.