Gara-Gara Mantan Gubernur Ini, KPK Akan Periksa Seluruh DPRD Sumut

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




GEDUNG-DPRD-MEDAN1




foto : tobasatu.com

Kasus suap yang dilakukan oleh mantan gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho terhadap beberapa anggota DPRD Sumut belum juga usai bahkan semakin rumit dan merembet ke mana-mana. Banyak pihak yang semakin terkait terhadap kasus ini.

Kasus suap untuk menggagalkan hak interpelasi DPRD Sumut terhadap Gatot juga menyeret Nezar Djoeli, Anggota fraksi Partai Nasdem DPRD Sumut yang merupakan salah satu pengusung interpelasi jilid 3 (tahun 2015).

KPK memeriksa Nezar mengenai hak interpelasi DPRD Sumut yang kandas, juga mengenai apakah ada pemberian uang dari Gatot Pujo Nugroho guna meredam hak interpelasi tersebut. Nezar hanya mengatakan bahwa ia tidak mengetahui mengapa hak interpelasi tersebut bisa gagal.

Pemeriksaan terhadap dirinya mengenai kasus suap yang dilakukan mantan gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho hanya berlangsung sekitar 2 jam. Berbagai cecaran pertanyaan ia jawab dengan mantap. Nezar mengaku bahwa ia tidak menerima uang apapun dan meyakini dirinya tidak terlibat dalam kasus suap tersebut.




Sedangkan pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak KPK tak hanya berhenti pada Nezar saja. Selanjutnya dijadwalkan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi lagi terhadap anggota DPRD lainnya. Hal ini dibenarkan oleh Pelaksanaan harianĀ  (Plh) Humas KPK, Yuyuk Andriati Iskak.

Kemarin (14/12) beberapa anggota DPRD Sumut dijadwalkan menjalani pemeriksaan oleh KPK, diantaranya adalah Nezar Djoeli (anggota DPRD Sumut 2014-2019/Fraksi Partai NasDem), dan Zeira Salim Ritonga (anggota DPRD Sumut 2014-2019/Fraksi PKB), Zulfikar (anggota DPRD Sumut 2014-2019/Fraksi PKS), dan anggota DPRD Sumut 2009-2014, Zulkarnain.

Dari jajaran staf sekretariat, yang diperiksa adalah Fahrizal Dalimonte (staf Indra Alamsyah selaku Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut), Rasadi (staf Ketua DPRD Sumut), Benny Meraldy (Kabag Hukum Sekwan DPRD Sumut), Fajar Afrianto (staf Biro Umum Pemprov Sumut/Sekretaris Pribadi Gatot Pujo Nugroho), dan Agus Purwanto (mantan pelaksana Kabag Anggaran Biro Keuangan Pemprov Sumut), Sumarno (staf Fraksi Golkar DPRD Sumut), dan Tulus (staf M Affan, anggota DPRD Sumut 2014-2019/Fraksi PDI Perjuangan).

Sementara keterangan yang diberikan oleh Nezar menjelaskan bahwa ada 72 orang anggota dewan akan diperiksa oleh KPK mengenai kasus suap gagalnya hak interpelasi DPRD Sumut terhadap Gubernur Sumut nonaktif, Gatot Pujo Nugroho.

Leave a Reply

Your email address will not be published.