AS Targetkan Pimpinan ISIS Hidup atau Mati

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




 

 




 


foto: statelymcdanielmanor.wordpress.com

Washington. Jelasberita.com |Sebagai pemimpin tertinggi Amerika Serikat, Presiden Barrack obama memberikan ancamann tegas yang ditujukan kepada pimpinan ISIS Abu Bakar Al Baghdadi. Obama mengatakan akan memburu dan menangkap Al Baghdadi hidup atau mati. Hal ini dikemukan oleh Presiden Obama dalam sebuah konferensi pers di pentagon Senin kemarin. Obama juga mengatakan akan lebih meningkatkan serangan terhadap ISIS dari waktu sebelumnya.

 

Dengan Didampingi oleh Wakil presiden Joe Biden, Sekretaris Pertahanan Ash Carter , serta para Jenderal lainnya, lebih lanjut Obama mengatakan bahwa akan membuat ISIS menjadi lebih sulit dalama melakukan pergerakan untuk melakukan teror dan propaganda ke seluruh dunia. “seperti yang kita tahu, ini sudah membuat hati kita terluka”. Tegas Obama.




 

Kemudian, dalam pertanyaannya yang disiarkan oleh Dewan Keamanan Nasional. Presiden Barrack Obama juga mengatakan beberapa strategi untuk menekan aksi pergerakan dari Militan ISIS, dan memburu Pemimpinnya.

 

Diantaranya dengan melatih pasukan khusus serta menghentikan pasokan keuangan kelompok radikal ini. AS sendiri sejauh ini sudah meningkatkan persenjataanya sebanyak 9.000 unit untuk terus menggempur militan ISIS, seperti pengebom, drone, dan pesawat pemburu.

 

Pada November yang lalu, AS telah menggempur ISIS lebih keras dibanding pada bulan-bulan sebelumnya, dengan menjatuhkan bom yang cukup banyak.

Obama mengatakan, sebelum terjadi serangan teror di Paris, Perancis, Dan San Bernardino, Amerika telah beupaya lebih intensif untuk menekan aksi kelompok militan ISIS ini.

Diakui Obama. Ini merupakan pertarungan yang sulit dan rumit. Kelompok ISIS biasa bersembunyi di kawasan padat perkotaan. Dengan memanfaatkan warga sipil yang tak berdaya. Seperti wanita dan anak anak sebagai tameng pertahanan. Dengan demikian, obama mengungkapkan bawa Amerika harus cerdas, dalam menelusuri keberadaan kelompok ini.

 

Namun, Sejumlah pengamat, seperti Thomas Sanderson selaku Direktur Proyek Ancaman Trans nasional mengatakan bahwa presiden Obama seperti tidak punya pilihan lain sekarang, Obama terlihat seperti terpaksa mengeluarkan statement tersebut. “salah satu penyebabnya adalah tragedi di San Bernardino, California” ungkapnya. Thomas menilai bahwa pernyataan tersebut berbanding terbaik dengan karakter kepemimpinan Obama yang mengutaman diplomasi ketimbang serangan militer.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.