Telkomsel Merugi Rp 15 M Karena Ulah Seorang Wanita

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





simcard
foto : macclubindonesia.com

Sungguh tidak disangka bahwa perusahaan sebesar Telkomsel dapat dikelabui hingga tertipu sebesar Rp 15 Miliar. Dan ironisnya pelaku penipuan tersebut adalah seorang wanita.

Kronologi penipuan yang dilakukan wanita tersebut awalnya dilakukan melalui salah satu gerai Grapari milik Telkomsel. Wanita yang diketahui berinisial S tersebut ingin mendapatkan kartu pasca bayar dengan menggunakan KTP palsu.




Tak hanya satu buah kartu, namun 104 kartu Hallo Telkomsel ia daftarkan semuanya menggunakan KTP palsu. Dengan begitu ia telah mendapatkan 104 kartu dengan identitas diri palsu pula. 104 kartu tersebut ia bawa dan ia pergunakan tak hanya untuk menelepon orang-orang yang berada di Indonesia, bahkan ia pergunakan untuk berkomunikasi di luar negeri juga.

Dengan biaya tagihan lokal dan internasional yang semakin menggunung dari 104 kartu tersebut, Telkomsel mulai kewalahan melakukan penagihan sebab data yang didaftarkan menggunakan data palsu.

Menanggapi permasalahan ini, pihak PT Telkomsel melakukan tindakan hukum dengan melaporkan kasus ini kepada kepolisian Polda Metro Jaya.

Pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan akhirnya mendapati seorang tersangka yang berinisial S. Penangkapan langsung dilakukan dan tersangka S ditangkap di kediamannya di Apartemen Mediterania, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Kamis (3/12) lalu.




Namun penyelidikan terhadap kasus ini tidak langsung berhenti begitu saja wala tersangka telah ditangkap. Pasalnya, penyelidikan menunjukkan bahwa ada kemungkinan didapati tersangka lain, karena S memiliki keterlibatan dengan dua warga asing dalam kasus kartu pasca bayar tersebut. Warga negara asing tersebut berasal dari Pakistan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Mohammad Iqbal menyatakan, bahwa ia telah melakukan koordinasi dengan pihak Imigrasi dan Interpol guna mengejar dua tersangka yang masih buron itu.

Saat penangkapan S, polisi juga menahan beberapa barang bukti yaitu 10 unit telepon genggam dan tiga buah rekening bank.

Atas perbuatan S tersebut ia mendapatkan jeratan hukum sesuai dengan Pasal 33 dan Pasal 34 Ayat 1 huruf A dan atau Pasal 37 juga Pasal 49 Undang-Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan transaksi elektronik.

Leave a Reply

Your email address will not be published.