Sudirman Said Dilaporkan ke Polisi Oleh Setya Novanto

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




sudirman_saidSetelah kasus ‘Papa Minta Saham’ yang menjerat ketua DPR RI, Setya Novanto berbagai desakan datang dari banyak pihak agar beliau mundur dari jabatannya.

Namun desakan tersebut bukannya diterima malah dibantah menggunakan 12 halaman pembelaan dari pihak Novanto. Hal ini tentu mengundang banyak kritikan hingga anggota fraksi NasDem, Taufiqulhaqi menyebut Novanto sebagai orang keras kepala.




Pemikiran untuk menyiapkan pengganti bagi Novanto memang tak dipungkiri bila dilakukan oleh Golkar hal ini diaminkan oleh wakil ketua DPR hasil Munas Ancol, Priyo Budi Santoso. Desakan untuk mundur dari jabatan DPR juga datang dari Ketua umum Golkar hasil Munas Ancol, Agung Laksono.

Menanggapi desakan tersebut Novanto malah melaporkan Menteri ESDM, Surman Said ke pihak berwajib dengan tuduhan pencemaran nama baik. Pemberian laporan tersebut tidak dilakukan sendiri oleh Novanto namun melalui kuasa hukumnya yaitu Firman Wijaya.

Pelaporan ini atas dugaan Setya Novanto terhadap Sudirman Said yang melakukan beberapa pelanggaran hukum setelah rekaman dialog dari PT Freeport Indonesia muncul ke permukaan.

“Ke sini (Bareskrim) untuk mengadukan Menteri SS (Sudirman Said),” kata Firman di Gedung Bareskrim, Jakarta, Rabu.




Firman menyebutkan Stya Novanto memiliki dugaan bahwa Sudirman Said telah melakukan beberapa pelanggaran hukum yang mengaikan dirinya hingga masalah ‘Minta Saham’ terjadi.

“Dugaan tindak pidana fitnah, pencemaran nama baik, penghinaan, dan pelanggaran ITE,” katanya.

Tujuan dari pelaporan ini adalah untuk menjadi titik cerah dan meluruskan segala tuduhan aygn diterima oleh Setya Novanto yang kali ini menjadi kliennya.

“Ini sudah menyerang nama baik Setnov (Setya Novanto). Ini harus ditindak serius. Untuk itu, kami ingin meluruskan tuduhan ini, makanya kami lapor ke Bareskrim,” ujarnya.

Sementara itu, sebelumnya Sudirman Said telah melaporkan Setya Novanto ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) karena memiliki dugaan bahwa Novanto telah mencatut nama presiden Joko Widodo serta Wakil dalam perpanjangan kontrak dengan PT Freeport Indonesia.

Saat dilangsungkannya persidangan MKD, Sudirman Said dan Maroef Sjamsoeddin telah dimintai keterangan. Sedangkan Ketua DPR Setya Novanto juga telah dimintai keterangan oleh MKD, meski pemeriksaan dilakukan secara tertutup.

Leave a Reply

Your email address will not be published.