Polisi Gerebek Rumah Sindikat Penipuan Online, Pelakunya ternyata…

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Kondisi ruangan yang dijadikan sebagai markas oleh sindikat penipuan online di Cengkareng.
Kondisi ruangan yang dijadikan sebagai markas oleh sindikat penipuan online di Cengkareng.

Dunia internet saat ini digandrungi oleh siapa saja. Internet juga telah menjadikan kehidupan siapa saja menjadi lebih mudah terutama dalam hal komunikasi karena mendekatkan yang jaraknya jauh di manapun, kapanpun dan siapapun.

Namun kemudahan penggunaan internet juga menyimpan berbagai resiko yang paling besar adalah resiko penipuan secara online. Dengan kemudahan yang dimiliki oleh siapa saja ini tidak dapat membendung siapa saja pula untuk menelusuri berbagai wilayah di dunia kecuali jika pihak berwenang telah melakukan pemblokiran pada situs-situs tertentu.




Kejahatan yang semakin marak ini juga terdapat di Indonesia. Bahkan pelakunya sampai membuat sebuah sindikat penipuan online dan ternyata pelakunya adalah warga negara China.

Pihak kepolisian dari tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya kemarin melakukan penggrebekan di sebuah rumah toko berlokasi di Cengkareng, Jakarta Barat. Dan mendapati sebanyak 30 orang yang dituduh sebagai pelaku penipuan online tersebut. 3 orang diantaranya adalah warga negara Indonesia sedangkan 27 orang lainnya adalah warga negara China.

Sementara dari 27 orang tersebut terdiri dari 4 orang wanita dan 23 orang pria. Warga negara Indonesia sendiri terdiri dari 1 orang pria dan 2 orang wanita.

Diduga sebagai fasilitator melakukan penipuan online merupakan warga negara Indonesia bernama Jimmi Gunawan. Sedangkan kedua wanita yang berwarga negara Indonesia juga hanya bekerja sebagai asisten rumah tangga. Sebuah ruko yang emreka gunakan sebagai markas beralamat di Ruko Miami Blok E No 26-27 Cengkareng, Jakarta Barat.




Modus yang digunakan oleh sindikat ini adalah melakukan penipuan terhadap warga negara China dengan mengaku sebagai pejabat.

Bersamaan dengan penahanan 30 orang tersebut polisi juga mengamankan barang bukti yang digunakan oleh para pelaku. Diantaranya adalah laptop, 54 unit telepon rumah, 8 unit handy talky, 28 unit telepon genggam, sejumlah modem dan 3 buah paspor China.

Karena pelaku adalah warga negara luar maka pihak kepolisian akan melakukan koordinasi dengan pihak imigrasi terkait pelaku ini. Sedangkan Jimmi yang merupakan fasilitator di sindikat tersebut akan diperiksa secara mendalam di Mapolda Metro Jaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.