Ternyata Pilkada Kali Ini Tidak Baik

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Pilkada_2015

Pilkada yang akan dilaksanakan pada 9 Desember 2015 besok ternyata memiliki kenyataan pahit. Komisioner KPU, Hadar Nafis Gumay mengakui bahwa Pilkada tahun ini yang dilaksanakan secara serentak terkesan sunyi dan tidak baik.




Seakan tidak ada hingar bingar pesta demokrasi dari berbagai daerah. Hal ini tentu tidak baik karena bersama dengan itu sosialisasi mengenai pengenalan calon juga sedikit bahkan kurang. Tidak banyak warga yang mengetahui siapa calon yang akan mereka pilih nanti.

Ternyata kesan sunyi kali ini disebabkan karena pesta demokrasi yang lalu terkesan terlalu ramai, ke sana ke mari kurang rapi. Sehingga pemerintah menata agar tidak berantakan dan tak tertata.

Kampenye Pilkada kali ini dinyatakan oleh Haidar berlangsung tertutup dan pertemuan yang diselenggarakan setiap partai maupun calon dilakukan secara terbatas. KPU ternyata memutuskan bahwa kampanye yang dilakukan ramai-ramai di jalan adalah dilarang sebab mengganggu pengguna jalan lainnya.

Pembatasan kegitan kampanye tersebut yaitu kampanye yang boleh dilakukan adalah di lapangan dan bukannya di jalan itupun hanya cukup satu kali saja, tidak boleh lebih.




Sebagian warga yang tinggal di Medan Tuntungan telh didatangi oleh tim Jelas Berita perihal Pilkada dan ternyata jawaban mereka adalah mereka tidak mengenal siapa saja calon yang akan ada di dalam surat suara kelak. Beberapa warga mengemukakan bahwa mereka kurang informasi dan tidak tahu harus mencari informasi tentang pilkada di mana.

Sementara menyambut Pilkada sendiri yang akan dilaksanakan pada 9 Desember 2015 mendatang pemerintah telah memutuskan bahwa tanggal tersebut dijadikan hari libur nasional sesuai pernyataan dalam Keputusan Presiden RI Nomor 25 Tahun 2015.

Hari libur nasional ini berlaku di semua wilayah Indonesia baik yang melakukan Pemilihan Kepala Daerah serentak maupun yang tidak dan berlaku bagi semua instansi.

Haidar juga mengatakan bahwa aktivitas pilkada ini merupakan lintas daerah sehingga hari pelaksaan perlu dijadikan sebagai hari libur nasional.

Misalnya, jika seseorang yang tinggal di daerah yang melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah sedangkan ia bekerja di daerah yang tidak melaksanakan pilkada maka warga yang bersangkutan tentu akan mengalami kesulitan untuk pergi ke tempat pemungutan suara (TPS) jika hari tersebut adalah hari kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published.